Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Mendagri Minta Kepala Daerah All Out Dalam Penanggulangan COVID-19

Mendagri Toto Karnavian saat melaksanakan Raat dengan sejumlah menteri dan Kepala Daerah.

PRESMEDIA.ID, Jakrata- Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian meminta, Kepala daerah harus terlibat langsung dengan All out atau dengan usaha keras dalam menanggulangi COVID-19. Sebagai konsep desentralisasi pendistibusian sebagaian kewenangan pusat ke daerah.

“Kalau Pusat saja bergerak tanpa didukung daerah, akan sulit untuk gaspol, demikian juga di daerah. Mesin Pusat “all out” itu baru 50 persen maka mesin 548 daerah perlu juga “all out”.Oleh karena itu perlu ada sinergi dan keserempakan langkah Pusat dan Daerah,”katanya dalam Rapat Koordinasi Pencapaian Target Realisasi APBD 2020 dan Sosialisasi Penggunaan Masker, Cuci Tangan, serta Jaga Jarak untuk Perubahan Perilaku Baru Masa Pandemi Covid-19 melalui Video Conference di SBP Kemendagri belum lama ini.

Tito juga mengatakan, 2 topik yang dibahas dalam rapat Koordinasi iru, menyangkiut masalah sosialisasi dan diseminasi lebih masif protokol kesehatan terkait dengan masalah Covid-19. Kemudian mengenai masalah realisasi anggaran sekaligus juga mengenai percepatan dan dukungan Pemerintah Pusat.

Berkaitan dengan pencapaian target realisasi APBD 2020, Mendagri kembali mengingatkan, arahan Presiden, terutama kepada beberapa daerah yang realisasi anggarannya masih relatif rendah agar segera merealisasikan anggarannya.

Mendagri menekankan, realisasi anggaran sangat dibutuhkan untuk mendukung pemulihan ekonomi. Karena dalam keadaan ekonomi dan keuangan terkontraksi, belanja pemerintah menjadi salah satu sumber utama dalam pemulihan ekonomi.

“Untuk itu, Kemendagri diberikan tugas untuk mendorong rekan-rekan kepala daerah untuk merealisasikan anggarannya.”ujar Mendagri.

Mendagri terus mendorong para kepala daerah untuk merealisasikan anggarannya. Realisasi anggaran tersebut bukan hanya dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, Namun juga sebagai instrumen pembangunan dan mendukung stabilitas ekonomi di daerah.

Sesuai rencana, Mendagri kembali akan mengadakan rapat evaluasi berkala pada bulan September mendatang terkait Pencapaian Target Realisasi APBD 2020 untuk mengetahui daerah mana saja yang berada pada kategori hijau,kuning dan merah.

Sementra itu, Kepala BNPB selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyatakan, perlunya cara-cara baru dalam melakukan sosialisasi tentang protokol kesehatan Covid-19 kepada masyarakat.

Untuk itu, Doni berharap para Gubernur,Bupati/Walikota bisa mendapatkan strategi yang tepat sesuai kondisi di daerah masing-masing mulai dari program edukasi, sosalisasi dan mitigasi.

Memilih orang-orang yang dapat dipatuhi masyarakat. Tidak harus pejabat dari Pemerintah Pusat, tidak harus kepala daerah yang menjadi ikon.

Tapi kata Dia, carilah orang-orang yang secara nonformal mampu memberikan pengaruh yang luar biasa kepada publik, seperti halnya Bapak Presiden menugaskan Ibu Ketua Umum Tim Penggerak PKK menjadi pelopor.

Keterlibatan Tim Penggerak PKK ini, dinilai Doni sebagai suatu langkah strategis, karena masyarakat Indonesia sangat menghormati keberadaan seorang ibu.

Untuk itu, kehadiran Ketua Umum Tim Penggerak PKK dan jajaran di seluruh penjuru tanah air diharapkan bisa menjadi bagian yang strategis dalam upaya sosialisasi terkait protokol kesehatan Covid-19.

“Karena sebagian masyarakat kita sangat patuh kepada orang tua, khususnya ibu-ibu mereka,” tandas Doni.

Penulis: Redaksi 

Comments
Loading...