Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Hasil Open Bidding 16 Pejabat OPD Kepri Tertahan di KASN Pusat

Sekda Kepri TS Arif Fadillah saat memimpin Rapat OPD.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Hasil seleksi Open bidding 16 Jabatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau hingga saat ini belum ada kepastian.

Hal itu disebabkan hasil evaluasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) tak kunjung mengeluarkan evaluasi terhadap seleksi open bidding 16 jabatan Kepala OPD yang dilaksanakan tim seleksi Jabatan Pemerintah Provinsi Kepri beberapa waktu lalu.    

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kepri, TS Arif Fadillah juga mengakui, hingga saat ini belum menerima hasil evaluasi KASN open bidding jabatan Kepala OPD di provinsi Kepri itu. Padahal, pihaknya juga sudah mengirimkan seluruh dokumen evaluasi, tahapan demi tahaan pelaksanaan seleksi jabatan tersebut ke KASN.

“Kami masih menunggu hasil dari KASN, lalu hasilnya nanti akan dipilih oleh Gubernur,”ungkapnya Kamis (13/8/2020).

Arif juga mengaku, belum mengetahui secara pasti apa penyebab evaluasi KASN belum mengeluarkan hasil evaluyasinya tersebut. Dan atas keterlambatan ini, Arif berjanji akan segera menindaklanjuti.

Selain hasil evaluasi KASN itu lanjut Arif, pihaknya juga menunggu rekomendasi dari Mendagri prihal pelantikan 16 Pejabat eselon II yang terpilih nantinya.

Rekomendasi dan hasil evaluasi tersebut diharapkan segera keluar bersamaan agar jabatan kepala OPD yang saat ini masih kosong dapat segera terisi.

“Kami berharap bisa cepat, kalau rekomendasi itu sudah keluar, kita segera menggelar proses pelantikan,”terang Arif.

Sebelumnya, Pemerintah provinsi Kepri melalui tim seleksi jabatan Pratama yang dibentuk tak kunjung mengumumkan hasil open bidding 16 jawabatan Pemprov Kepri. Padahal, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, pengumuman tiga nilai teratas dari 16 jabatan yang dilelang seharusnya dilaksanakan 17 Juli lalu.

Anggota tim panitia seleksi (pansel), Endri Sanopaka mengatakan,  penyebab ditundanya pengumuman hasil open bidding yang telah dilakukan itu disebebkan berkas hasil nilai yang dikirimkan timsel ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) malah dikembalikan.

“Kemarin sudah kami kirimkan hasinya, Namun berkas tersebut dikembalikan lagi, dan diminta untuk dipisahkan antara 15 jabatan dengan jabatan Inspektur Daerah,”ungkapnya.

Penulis : Ismail

Comments
Loading...