Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Penambang Pasir Illegal di Bintan Kembali Buka Lahan Baru di Gunung Kijang

Alat Berat Escavator melakukan pengerokan lahan yang diduga untuk dijadikan pertambangan pasir Illegal di Desa Galang Batang Kawal Kecamatan Gunung Kijang-Bintan.

PRESMEDIA.ID,Bintan- Penambangan pasir illegal di kabupaten Bintan kembali beraksi dan membuka lahan baru di kawasan Galang Batang Kswal Kecamatan Gunung Kijang.

Kendati sempat ditertibkan, tanpa takut penambang pasir illegal itu kembali membuka lahan tambang baru tidak jauh dari lokasi tambang pasir yang sebelumnya ditertibkan Polisi di kawasan Galang Batang desa Kawal Gunung Kijang.

Pantauan Media di lokasi, Dua alat berat Escavator, terlihat beroperasi melakukan mengupas dan pengorekan lahan untuk penggalian pasir di lokasi. Infromasi yang diperoleh, lahan yang dikupas untuk dijadikan tambang pasir itu adalah milik salah seorang pengusaha toko matrial di Tanjungpinang.

Mulyadi salah seroang warga setempat mengatakan, pengupasan lahan yang dilakukan dua Escavator disana adalah untuk pertambangan pasir.

“Infromasinya untuk tambang pasir yang punya lahan orang Pinang,”ujarnya Kamis (13/8/2020).

Dia mengatakan, pengupasan lahan tambang pasir di kawasan itu, biasanya dimulai dengan pengupasan dasar, berupa pasir hitam yang terlebih dahulu dibuang. Selanjutnya, setelah menemukan pasir putih, baru dilakukan pencucian, karena pasir yang bagus untuk bahan pembangunan itu berada di bagian dalam atau paling bawah.

“Jika sudah menemukan pasir putih yang bagus. Baru ditempatkan mesin penyedot untuk mengambil pasirnya,”jelas Mulyadi.

Mengenai izin, Mulyadi mengaku tidak mengetahui, sebab sejak ditertibkan aparat akhir Juli lalu, sejumlah tambang pasir dikawasan itu sudah tidak beroperasi.

“Setelah penertiban kemarin udah tidak ada yang operasi, dan baru ini yang terlihat kembali bekerja melakukan pengupasan lahan atau mungkin mereka sudah memiliki izin tambang,”katanya.

Ditempat terpisah, Kasatreskrim Polres Bintan,AKP Agus Hasanuddin mengaku, belum mengerahui adanya aktivitas baru pertambangan itu.

Kepada Media, Hasanudin berjanji akan segera memerintahkan anggotanya untuk turun ke lokasi untuk mendak lanjuti pertambangan pasir ilegal baru.

“Coba nanti kami Check dan segera turun ke lokasi,”ujarnya.

Sebelumnya, Polres Bintan bersama TNI, Dinas Lingkungan hidup (DLH), satpol PP dan ESDM menertibkan dan menutup sejumlah aktivitas tambang pasir ilegal di wilayah Malang Rapat, Nikoi dan Galang Batang-Kawal Kabupaten Bintan, Selasa (28/07/2020) lalu.

Penertiban dan penutupan langsung dipimpin oleh Kapolres Bintan AKBP.Bambang Sugihartono bersama sejumlah jajarannya serta TNI, Dinas pertambangan dan ESDM serta Satpol-PP.

Dari penertiban dan penutupan ini, Polres Bintan baru menetapkan satu pekerja tambang sebagai tersangka pelaku pertambangan illegal.

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanudin mengatakan, Proses penyelidikan dan penyidikan pertambangan pasir Illegal yang dirazia dan ditertibkan di Bintan itu, masih terus dilanjutkan.

“Kasusnya tetap lanjut, saat ini kami sudah menetapkan satu orang tersangka inisial Hp, dalam kasas tambang pasir Illegal ini,”ujarnya pada PRESMEDIA.ID belum alam ini.

Untuk pelaku penambang illegal lainnya di sejumlah lokasi di Galang Batang, Malang Rapat dan Niko yang dirazia, hingga saat ini masih terus diselidiki.

Penulis:Haura/Redaksi 

 

Comments
Loading...