Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Terkait TKA Tiongkok di Galang Batang, Isdianto Akan Panggil Manajemen PT.BAI

Sejumlah TKA Asal Tiongkok yang direkruit dan dipekerjakan PT.BAI di Galang Batang (Photo:Dok Presmedia.id)

PRESMEDIA.ID,Tanjugpinang- Gubernur provinsi Kepulauan Riau Isdianto mengatakan, akan memanggil dan meminta data keberadaan, serta jumlah dan spesifiksi keahlian sejumlah TKA Tiongkok yang dipekerjakan management PT.BAI di Kawasan KEK Galang Batang-Bintan.

Hal itu dikatakan Isdianto, menyikapi protes sejumlah warga dan mahasiswa tentang keberadaan ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) PT.Bintan Alumina Indonesia (BAI) terseut.

“Dalam waktu dekat ini, saya akan memanggil manajement PT.BAI untuk meminta data jumlah, dan spesifikasi keahlian dari masing-masing TKA yang dipekerjakan,”ujarnya pada wartawan di Tanjungpinang Sabtu (15//8/2020)

Selama ini lanjut mantan Plt.Gubernur Kepri ini, pihak perusahan di PT.BAI selalu beralasan bahwa seluruh TKA yang didatangkan dan dipekerjakan di kawasan itu merupakan tenaga teknis untuk mengerjakan pekerjaan pembangunan pabrik.

“Maka dari situ, nanti akan kita lihat dan tanyakan komitmen perusahaan. Selanjutnya pada anak-anak dan adek-adek kita di Kepri apakah ada yang sanggup dan memiliki keahlian untuk dipekerjakan,”ujarnya.

Isdianto juga mengatakan, selama ini proses masuknya TKA di PT.BAI itu selalu dipercayakan ke pihak perusahan dan pemerintah meminta komitmenya dalam pemanfaatan tenaga lokal sebagai tenaga kerja di perusahaan tersebut.

PT.BAI Kirimkan 300 Tenaga Kerja Lokal ke China 

Ditempat terpisah pimpinan PT.BAI Kawasan KEK Galang Batang Santoni mengatakan, akan komit memanfaatkan tenaga Kerja Lokal untuk bekerja di kawasan Industeri Alumina KEK Galang Batang Bintan.

Saat ini kata Santoni, adanya TKA di Kawasan Galang Batang-Bintan itu, hanya bersifat sementara, untuk melaksanakan sejumlah pekerjaan teknis yang memang tenaga teknisi dari masing-masing perusahan yang menanamkan investasinya di Galang Batang.

“Komintmen kami 1 tahun kedepan akan menggunakan tenaga kerja Lokal. Saat ini mengapa didatangkan TKA, karena memang mereka adalah tehnisi dan tenaga ahli dari sejumlah pabrik investor yang saat ini sedang dibangun,”ujarnya saat dikonfrimasi PRESMEDIA.ID belum lama ini.

Santoni juga mengakui, kelemahan dari Tenaga Kerja Lokal di lepel buruh atau pembantu teknisi dan tenaga ahli adalah karena kurang dapat berbahasa Mandarin.

Akibatnya, ketika teknisi atau tenaga ahli yang sedang mengerjakan pembangunan pabrik dan mesin, meminta bantuan pada tenaga lokal, komunikasinya tidak nyambung dan menjadi kendala ketika dipekerjakan sebagai helper atau asisten tenaga ahli.

Santoni juga mengatakan, untuk mengimbangi kemapuan TKA yang didatangkan itu, pihaknya juga telah mengirimkan 300 orang lebih Tenaga Kerja Indonesia ke Tiongkok China untuk belajar dan memperoleh pelatihan.

“Sebagian dari Tenaga Kerja Indonesia warga Kepri yang dikirim ke Tiongkok itu, saat sebagian sudah pulang dan mulai bekerja di PT.BAI,”ujarnya.

Penulis:Redaksi 

Comments
Loading...