Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Polisi Kembali Tertibkan Tambang Pasir Illegal di Bintan, Alat Disita Pelakunya Nihil

Anggota Satreskrim Polres Bintan saat melakukan penertiban Tambang pasir illegal di Kecamatan Gunung Kijang dan Kecamatan Toapaya kabupaten Bintan Jumat (14/8/2020).

PRESMEDIA.ID,Bintan- Jajaran Unit Tipidter Satreskrim Polres Bintan dan Polsek Gunung Kijang, kembali menertibkan aktivitas dan pembukaan lahan tambang pasir yang diduga illegal di 2 lokasi di kecamatan Gunung Kijang dan kecamatan Toapaya, Bintan Jumat (14/8/2020).

Dari penertiban tambang pasir Illegal ini, Polisi mengamankan sejumlah peralatan tambang seperti mesin dompeng dan alkat berat. Sementara terduga pelaku penambang nihil dan tidak ditemukan.

Kasatreskrim Polres Bintan, AKP Agus Hasanuddin mengatakan, penertiban 2 lokasi tambang pasir Illegal di Bintan itu dilakukan di kawasan kecamatan Gunung Kijang dan Kecamatan Toapaya.

Dengan melibatkan 17 personil Polisi lanjutnya, Lokasi penertiban yang pertama dilakukan di Jalan Wakatobi, Kampung Kawal Darat, Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang.

“Dari penertiban ini, didapati kegiatan alat berat excavator yang sedang melakukan pembukaan lahan tambang. Di lokasi juga ditemukan satu mesin Dompeng,”ujar Agus Sabtu (15/8/2020).

Namun siapa pemilik dan alat excvator serta mesin Dompeng di lokasi, masih diselidiki Polisi.

Kemudian lanjut Agus, penertiban di lokasi kedua, juga dilakukan pada tambang pasir Illegal di Jalan Tirta Madu, Desa Toapaya Selatan Kecamatan Toapaya.

Disini lokasi ini, Polisi menemukan bekas aktivitas pertambangan pasir bersama satu unit mesin Dompeng merk Jiang Dong. Namun sispa pemilik-nya, hingga saat ini belum diketahui.

“Sejumlah barang bukti mesin yang ditemukan, saat ini diamankan ke Polres Bintan. Sedangkan
excavator dilakukan police line karena dinamo dan akinya tidak ada,”ucapnya.

Dari penertiban ini, belum ada yang ditetapkan sebagai terduga pelaku maupun tersangka, dan Polres Bintan masih melakukan penyelidikan dan penyidikan.

Sebagai mana diketahui, Penertiban tambang pasir Illegal di Bintan ini merupakan yang kedua kali dilakukan Polres Bintan.

Sebelumnya, Polres Bintan bersama dinas Tambang dan ESDM Kepri dibantu TNI dan Satpol-PP juga menertibkan lokasi dan aktivitas tamban pasir Illegal di wilayah Malang Rapat, Nikoi dan Galang Batang-Kawal Kabupaten Bintan pada Selasa (28/07/2020) lalu.

Penertiban dan penutupan aktivitas tambang pasir tanpa izin itu, langsung dipimpin Kapolres Bintan AKBP.Bambang Sugihartono bersama sejumlah jajarannya, dibantu TNI, Dinas pertambangan dan ESDM serta Satpol-PP.

Dari penertiban dan penutupan itu, Polres Bintan baru menetapkan satu tersangka inisal Hp yang merupakan pekerja tambang pasir yang diduga illegal.

Penulis:Hasura/Redaksi 

Comments
Loading...