Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Geledah Rumah Hendi HDS, KPK Gondol Satu Tas Alat Bukti

Penggeledahan Rumah Hendi HDS, KPK Gondol Satu Tas Alat Bukti.(Ist)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Geledah rumah di Tanjungpinang, Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa satu tas alat bukti dari rumah Hendi HDS, salah seorang pengusaha Tanjungpinang di RT 001 RW 004 di jalan Ir.Sutami Sukaberenang Kota Tanjungpinang,Rabu (21/8/2019).

Dari pantuan media, setelah sekitar 2 Jam melakukan penggeledahan, pukul 17.30 Wib sore sejumlah anggota KPK keluar dan membawa satu tas besar berisi dokumen didalam Tas, dan langsung memasukan tas tersebut ke dalam mobil Kijang Inova warna hitam.

Selain Tas, sebanyak 6 orang tim anggota KPK, juga keluar dari rumah mewah milik pengusaha tersebut dan langsung masuk, menaiki dua mobil Kijang Inova warna hitam meninggalkan lokasi.

Juru bicara KPK Febri Diansyah juga membenarkan pelaksanaan penggeledahan rumah pengusaha Tanjungpinang Hendi HDS di lakukan tim-nya.

KPK kata Febri, melakukan penggeledahan satu lokasi di Tanjungpinang itu, berkaitan dengan proses penyidikan dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) dalam Penerbitan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi di Pemerintah Kabupaten Kota Waringin Timur dengan tersangka Bupati Kota Waringin Timur Supian Hadi (SH)

“Tim KPK menggeledah sebuah rumah di Jl.Ir. Sutami,Kelurahan Tanjungpinang Timur kecamatan Bukit Bestari kota Tanjungpinang. Dan sejauh ini telah diamankan dokumen-dokumen terkait pengurusan IUP PT.Fajar Mentaya Abadi,”ujarnya Selasa,(21/8/2019).

Febri melanjutkan, Proses penggeledahan berakhir hingga sore hari, dan sejumlah dokumen berhasil disita dan Tim Penyidik KPK. Dalam kasus ini, tersangka SH menerbitkan Surat Keputusan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi seluas 1.671 Hektar kepada PT.FMA yang berada di kawasan hutan.

Padahal SH mengetahui bahwa PT.FMA belum memiliki sejumlah dokumen perizinan, seperti izin lingkungan (AMDAL) dan persyaratan lainnya yang belum lengkap.

Atas perbutanya, kerugian keuangan negara pada perkara ini sekitar Rp.5,8 Triliun dan US$.711 ribu yang dihitung dari eksplorasi hasil pertambangan bauksit, kerusakan lingkungan dan kerugian kehutanan akibat produksi dan kegiatan pertambangan yang dilakukan PT.Fajar Mentaya Abadi (FMA), PT.Billy Indonesia (BI) dan PT.Aries Iron Mining (AIM) di Kabupaten Kotawaringin Timur periode 2010-2015.(Presmed6)

 

Comments
Loading...