Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Gratifikasi Nurdin Cs, Arif Bantah Izin Prinsip Kok Meng Melalui Disposisinya

Sekda Kepri TS Arif Fadillah Saat mengikuti Rapat Karhutla di Kepri.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Sekretaris Daerah (Sekda) PrOvinsi Kepulauan Riau, TS.Arif Fadillah membantah memberi disposisi, izin prinsip lahan reklamasi Tanjung Piayu yang menjerat Gubernur Kepri non aktif Nurdin Basirun dalam kasus korupsi suap dan gratifikasi.

Ia bahkan mengaku tidak turut campur dengan pemberian izin prinsip pemanfaatan ruang laut proyek reklamasi Kok Meng, yang izinya ditandatangni Nurdin Basirun.

“Saya tak tahu. Saya juga tak sampai kesana, karena itu persoalan teknis,”kata Arif Fadillah, pada wartawan Rabu (21/8/2019).

Menurut Sekda, mengenai persoalan perizinan, pihaknya tidak dilibatkan dalam pemberian disposisi surat atau hal lainnya. Karena hal itu merupakan kewenangan langsung Gubernur dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP).

“Biasanya masalah itu langsung dari PTSP, karena mereka punya aturan dan langsung ke pimpinan,”ujar Arif.

Sebagaimana diketahui pada 10 Juli lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Nurdin Basirun (NBA) bersama 3 tersangka lain atas kasus dugaan suap dan gratifikasi atas pemberian izin prinsip lokasi pemanfaatan ruang laut kepada Kok Meng dari pihak swasta.

Setelah penetapan Nurdin Basirun, Edy Sofyan, Budi Hartono dan Abu Bakar sebagai tersangka, Hingga saat ini KPK masih terus mendalami dugaan korupsi dan gratifikasi yang diterima Nurdin dari sejumlah pihak atas temuan dana Rp.5,3 Miliar didalam kamar pribadi rumah dinas Gubernur.

Selain memanggil asisten pribadinya dan manta ajudanya, tim penyidik KPK juga telah memanggil hampir seluruh pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Kepri untuk diperiksa dan dimintai keterangan.

Bahakan, Sekda Kepri TS.Arif Fadillah sudah sampai dua kali dipanggil dan dimintai keterangan oleh KPK dalam kasus yang menjerat Nurdin Basirun.(Presmed5)

Comments
Loading...