Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Ibu Korban Pencabulan di Jemaja Kecewa, Belum Dapat Kepastian Siapa Sebenarnya Pencabul Anaknya..!

 

Korban Bunga (9) dan ibunya saat mengadu ke Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2TP2A) Kepri di Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- TS Ibu kandung korban pencabulan anak dibawah umur di Desa Landak, Kelurahan Letung kecamatan Jemaja kabupaten Anambas, mengaku kecewa dan tidak tahu harus mencari keadilan kemana lagi atas penahanan suaminya dan dugaan adanya pihak lain yang mencabuli anaknya.

Sampai saat ini kasus yang merenggut masa depan anaknya belum mendapat kejelasan dan kepastian dari Polsek Jemaja di Kabupaten Anambas Siapa sebenarnya pelaku pencabulan anaknya. 

“Saya kecewa sampai saat ini saya belum mendapat kejelasan hukum terhadap kasus ini,”kata TS, kepada sejumlah awak media di Tanjungpinang, Kamis(20/8/2020).

TS menyampaikan, dari pengakuan anaknya dan berdasarkan pendampingan asesmen psikologi yang dilakukan UPTD P2TP2A provinsi Kepri terhadap anaknya, ada dugaan pelaku lain dan bukan suaminya yang mencabuli anaknya sebagai korban. 

Tetapi hingga saat ini polisi menetapkan Suaminya sebagai pelaku. Selain itu korban juga telah di mintai keterangan dan diambil visum pertama  di rumah sakit umum Daerah Jemaja, dan gelar perkara Polda Kepri. 

“Dari proses penyidikan yang dilakukan Polisi terdapat banyak keganjilan dari hasil visum di rumah sakit umum Daerah Jemaja, Dokter memberi tahu kepadanya bahwa ada luka robek di bagian kelamin anaknya  tetapi pada saat gelar perkara tidak ada disebutkan adanya luka robek diselaput kelamin hanya luka lecet bagian luar saja,”ujarnya.

Dan sampai saat ini, Polisi juga belum menyelidiki terduga pelaku lain, hingga bebas berkeliaran. Dan suaminya yang dituduh sebagai pelaku mendekam di sel tahanan Polsek Jemaja sampai saat ini.

“Masa tahanannya telah kembali diperpanjang kembali pada tanggal 13 Agustus 2020 yang lalu. Jadi saya bingung, sudah 1,5 bulan di Tanjungpinang dan saya rindu dengan anak saya di kampung yang berumur 3 tahun, Tapi saya takut pulang,”paparnya. 

Namun demikian lanjut Ya, dia yakin kebenaran akan terungkap dan masih banyak banyak polisi yang baik dan orang yang membantu dirinya. hingga dia benar-benar mendapat keadilan.

Ditempat berbeda, Kuasa Hukum korban, Faisal mengatakan, sampai saat ini berdasarkan hasil hearing dengan DPRD Kepri yang memafasilitasi pihaknya untuk bertemu dengan psikolog dari  UPTD P2TP2A Kepri, terkait permintaan materi hasil asesmen psikolog anak,  baik secara lisan maupun tertulis beberapa waktu lalu. 

“Tetapi hasilnya pada intinya UPTD P2TP2A masih juga tidak mau memberikan. Jangankan memberikan menyampaika secara lisanpun tidak mereka (UPTD P2TP2A Kepri) tidak ada,”  tegas Faisal. 

UPTD P2TP2A Kepri masih mengatakan karena telah diserahkan ke Penyidik Polda Kepri, sehingga tidak dapat di berikan kepada Kuasa Hukum korban. 

Sebelumnya, Kuasa Hukum anak korban pencabulan, Muhammad Faisal mempertanyakan kinerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2TP2A) Kepri. 

Pasalnya, kendati sudah melakukan asassmen dan pendampingan melalui analisis fisikologis pada Bunga (9), anak korban pencabulan di kecamatan Jemaja, Kabupaten Anambas, Namun P2TP2A Kepri sampai saat ini tidak mau memberikan hasil asesmen fisikologis korban pada Kuasa Hukumnya itu. 

Berdasarkan Undang-Undang Advokat pasal 17,dalam menjalankan profesinya Advokat berhak memperoleh informasi, data, dan dokumen lainnya untuk pembelaan kliennya.

Penulis:Roland 

Comments
Loading...