Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

FGD Sektor Hulu Migas Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Plt.Gubernur Kepri Isdianto buka FGD Kontribusi Sektor Hulu Migas Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Radison Hotel Batam.

PRESMEDIA.ID,Batam-Buka forum Diskusi Kontribusi Sektor Hulu Migas Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto mengatakan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menaruh harapan besar pada Kontribusi dan dukungan SKK Migas terhadap pembangunan daerah di Kepri. Karena dalam membangun daerah, Pemerintah Provinsi Kepri tidak bisa berjalan sendiri.

Hal itu dikatakan Isdianto pada forum diskusi yang dihadiri kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Widi Santuso, kepala Departemen Komunikasi SKK Migas Erry Prihandry, kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Sumbagut Avicenia Darwis, Bupati Natuna Hamid Rizal, Bupati Anambas Abdul Haris serta Asisten Ekonomi Pembangunan Samsul Bahrum dan Karo Perekonomian Heri Andrianto, di Ballroom Hotel Radisson Golf & Convention Center Batam,Kamis,(22/8/2019).

Peserta FGD Kontribusi Sektor Hulu Migas Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah

“Kami mengharapkan dukungan dan peran serta dan sinergitas seluruh stakeholder, khususnya perusahaan sektor hulu migas, untuk berkontribusi membangun provinsi Kepulauan Riau,”kata Isdianto.

Di wilayah Kepulauan Riau, dilaporkan terdapat 19 KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) Migas yang terdiri dari 4 Kontraktor Produksi (Eksploitasi) yakni Premier Oil Natuna Sea B.V, PT.Medco E&P Indonesia, Star Energy (Kakap) Ltd dan Pertamina EP-PT.PAN (Pertalahan Arnebatara Natuna).

Dan 15 kontraktor Eksplorasi seperti AWE Ltd, Titan rescources (Natuna) Indonesia Ltd, Santos Northwest Natuna B.V, West Natuna Exploration.Ltd, Primer Oil Tuna Sea B.V, Indoreach Exploration Ltd, Lundin Oil and Gas B.V (Baronang), Lundin Oil and Gas B.V (Cakalang), North Sokang Energy Ltd (North Sokang), Black Platinum Invesment Ltd (Sokang), PT Medco Energi International TBK, Lundin Gurita B.V, PT. Mandiri Panca Usaha dan PT.Equator Energy.

Pengelolaan minyak bumi dan gas sendiri tertuang dalam undang-undang nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, Disetiap pelaksanaan Musrenbang Daerah, Kata Isdianto, Kepri sebagai daerah penghasil Migas, selalu mengharapkan adanya kontribusi nyata pembangunan daerah dari hasil pengelolaan migas di Kepri, Namun hal tersebut belum sepenuhnya nyata, selain dari dana bagi Hasil Migas yang diperoleh dari pusat.

Plt.Gubernur Kepri Isdianto dan kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Widi Santuso dalam FGD Kontribusi Sektor Hulu Migas Dalam Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Batam

“Banyak sektor sebenarnya yang akan kita bangun. Termasuk sektor pariwisata yang sedang saat ini sedang kita galakkan. Dengan adanya dukungan dari SKK Migas, kami berharap bisa membangun sarana dan prasana infrastruktur (akses) untuk mendorong kawasan dan destinasi wisata Kepri dapat lebih mudah dijangkau,”ujarnya.

Selain itu, kata Isdianto, Presiden RI Joko Widodo juga sangat fokus dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan melalui Pertemuan ini, Pemerintah Kepri sangat mengharapkan, SKK Migas bisa memberikan kontribusi pelatihan dan pendidikan dalam peningkatan SDM masyarakat lokal, hingga dapat bekerja di Ladang Migas yang berada di daerahnya itu nantinya.

“Dengan sinergitas Pemerintah dan SKK Migas agar lebih nyata dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat,”kata Isdianto.

Dalam pertemuan tersebut, Isdianto juga mengatakan Pemerintah Provinsi Kepri berharap, dibangunnya Kantor Perwakilan SKK Migas di Provinsi Kepri yang bertujuan untuk mempermudah komunikasi dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang dihadapi. Dan semua sama-sama mengetahui bahwa Provinsi Kepri merupakan salah satu penyumbang produksi migas terbesar di Indonesia.(Presmed2)

Comments
Loading...