Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

KPU Kepri Ajukan Penundaan Penetapan Ilyas Sabli dan Hadi Candra Jadi Anggota DPRD Kepri

Dua Tersangka Korupsi Dana Perumahaan DPRD Natuna 2011-2015 di usulkan KPU penetapan dan pelantikanya ditunda.(Ist)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri mengajukan penundaan pelantikan 2 calon tetap anggota DPRD Kepri hasil Pemilu 2019, karena berstatus sebagai tersangka Korupsi. Dua nama calon tetap DPRD Kepri Periode 2019-2014 itu adalah Ilyas Sabli dari Partai Nasdem dan Hadi Candra dari Parti Golkar Daerah pemilihan (Dapil) 7 Provinsi Kepri, Natuna dan Anambas.

Anggota KPU Provinsi Kepri Arison mengatakan, Pengajuaan Penundaan penetapan dan pelantikan Calon tetap Anggota DPRD hasil Pemilu 2019 itu dilakukan berdasarkan Peraturan KPU-RI Nomor 5 tahun 2019 Tentang Penetapan pasangan Calon Terpilih, Penetapan Perolehan Kursi, dan penetapan Calon terpilih dalam pemilihan Umum.

“Dalam pasal 33 ayat 3 dikatakan,”Dalam hal terdapat Calon Terpilih anggota DPRD Provinsi yang ditetapakan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi, KPU Provinsi menyampaikan usulan Penundaan pelantikan yang bersangkutan disertai dokumen pendukung kepada Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam negeri melalaui gubernur sampai dengan terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap,” demikian bunyi pasalnya,”ujar Arison pada PRESMEDIA.ID,Kamis,(22/8/2019).

Atas dasar aturan itu lanjut Arison, KPU Provinsi Kepri telah mengajukan penundaan pelantikan dua calon tetap DPRD Kepri hasil Pemilu 2019 itu ke Mendagri melalui Gubernur disertai dengan dokumen pendukung untuk ditunda pelantikanya sampai dengan adanya putusan tetap terhadap atas korupsi yang disangkakan pada ke duanya.

“Administrasi dan dokument pendukung pengusualan Penundaan pelantikan ke duanya, kami sampikan dan kirim ke Mendagri melalui Gubernur bersama dengan administrasi pengajuan penetapan 43 Calon Tetap DPRD Kepri lainya,”ujar Arison.

Kasus Korupsinya “Mengendap” di Kajati Kepri

Sebagai mana diketahui, dalam kasus dugaan korupsi Rp.7,7 Milliar Tunjangan perumahan DPRD Natuna 2011-2015, Kejaksaan tinggi Kepri telah menetapkan 5 tersangka pada 31 Sptember 2017.

Ke lima tersangka yang ditetapkan Kejaksaan Tinggi dalam Korupsi Tunjangan Perumahaan DPRD Natuna ini adalah, dua mantan bupati Natuna,
Ilyas Sabli (Es) dan Raja Amirullah (Ra) mantan ketua DPRD Hadi Candra (Hc) mantan sekda Natuna Syamsurizon (Sy) dan mantan sekretaris Dewan (Sekwan) Natuna M.Makmur (Mm).

Namun hingga 2 tahun lebih berlalu dan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri bergonta-ganti dari Yunan Harja ke Asri Agung Putra dan saat ini dijabat oleh Edi Birto, Proses hukum dugaan korupsi Tunjangan Perumahan DPRD Natuna 2011-2015 ini Mandek dan “Mengendap” di Kejaksaan Tinggi Kepri.

Ditempat terpisah, tersangka korupsi Mantan Bupati Natuna Ilyas Sabli, mengatakan, tidak adanya kejelasan tindak lanjut dari penetapanya sebagai tersangka dalam dugaan korupsi dana tunjangan perumahan DPRD Natuna menjadi beban bagi dirinya pribadinya, bahkan sudah lebih 2 tahun status penyematan tersangka terhadap dirinya ditetapakan.

“Iya, manalah kita ini leluasa hidup, kalau masih terbebani satatus tersangka. Langka kita yang dulunya baik, tapi akhirnya jadi seperti ini,”ujarnya belaum lama ini pada wartawan.(Presmed2)

Comments
Loading...