Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Didakwa Pasal Berlapis dalam Korupsi Rp.2.160 M, Mantan Sekwan DPRD Batam Ajukan Eksepsi

Sidang Korupsi Rp2.160 M mantan Sekwan DPRD Batam, dilaksanakan secara Virtual di PN Tipikor Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Terdakwa Asril (54), mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Batam didakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas dugaan korupsi penyelewengan anggaran belanja unsur pimpinan DPRD Batam 2017-2019.

Dakwaan dibacakan Jaksa Mega SH dari Kejaksaan Negeri Batam, di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Jumat (28/8/2020).

Dalam dakwaannya yang dibacakan secara virtual, Mega mengatakan bahwa sekira September 2016, terdakwa diangkat sebagai sekretaris DPRD Batam dengan tugas sebagai penggunaan anggaran.

Selanjutnya dalam perkara ini, belanja konsumsi pimpinan DPRD Batam periode 2017-2019 meliputi tiga kelompok, pertama saat pertemuan dengan Ormas, LSM dan OKP, kedua saat pertemuan dengan konsituen atau masyarakat dan ketiga saat pertemuan dengan pihak media, termasuk wartawan.

Dalam perkara ini, selain menguntungkan diri sendiri, terdakwa juga menguntungkan orang lain diantaranya, saksi Taufik selaku KPA/PPK tahun 2017 sampai 2019 sebesar Rp.41 juta, kemudian saksi Liza selaku PPTK tahun 2017 sebesar Rp10 juta, saksi Redha Fajar Sulaiman selaku PPTK tahun 2018 sebesar Rp.16 juta, saksi Marlina selaku PPTK tahun 2018 sebesar Rp.15 juta.

“Kemudian juga menguntungkan saksi Kamaludin selaku Direktur Utama PT Wisata Bhakti Madani sebesar Rp.9.682.596, saksi Tajudin selaku Direktir CV Karya Putera Mandiri sebesar Rp.4.462.920,” papar Mega.

Selanjutnya juga menguntungkan saksi Lina selaku Direktur Utama PT Inong Prima Ventura sebesar Rp.20.538.840. saksi Dewi selaku Direktur CV Wiraswasata Alam Semesta Rp.8.411.144 dan dari saksi ini uangnya telah disita sebesar Rp.8.412.000, termasuk saksi lain yang uangnya juga telah disita.

Tidak hanya, terdakwa juga menguntungkan saksi Aswinar selaku Direktur CV. Binar Cakra sebesar Rp. 3.689.580, saksi Raja Rutan selaku CV. Payung Raja Sakti sebesar Rp 13.999.103, saksi Raja Bahri selaku Direktur Teh Tarik Sakti sebesar Rp. 7.354.958 dan saksi Refandy Guci selaku Direktur CV. Chayla Cethering sebesar Rp.35.269.985.

“Seluruhnya telah disita dari seluruh saksi,”kata Mega.

Akibat perbuatannya, terdakwa mengakibatkan kerugian keuangan negara Cq Pemerintah Kora Batam senilai Rp2.160.402.160,- berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara dari PBPK Perwakilan Kepri dari belanja DPRD 2017-2019.

Atas perbuatanya, terdakwa diancam dengan dakwaan primer melanggar Pasal 2 ayat 1 dan subider Pasal 3 Juncto Pasal 18 UU RI No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Junto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat 1KUHP.

Atas dakwaan itu, terdakwa dan kuasa hukumnha Khairul Akbar SH dan Agus Purwanto menyatakan keberatan dan akan mengajukan Eksepsi atas dakwaan Jaksa.

Ketua Majelis Hakim Guntur Kurniawan, SH didampingi dua hakim anggota, Suherman SH dan Albiferri SH menyatakan menunda persidangan selama dua pekan dengan agenda mendengar eksespi dari terdakwa dan kuasa hukumnya.

Penulis:Roland

Comments
Loading...