Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ini Penyebab Kejari Karimun Belum Musnahkan 448 ton Amunium Nitrate

Sebanyak 448 ton Amunium Nitrate barang sitaan negara, di Gudang DJBC Karimun belum dimusnahkan Jaksa.

PRESMEDIA.ID,Karimun-Sebanyak 448 ton amunium nitrat barang bukti, kasus penyeludupan yang disita negara di Karimun, hingga saat ini belum dimusnahkan Kejaksaan Negeri Karimun.

Hal itu disebabkan, karena Kejaksaan Agung-RI masih menunggu peralihan surat perampasan barang bukti itu dari kejaksaan Agung.

Kepala Seksi (Kasi) Pidsus Kejari Karimun Andriansyah SH mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih menunggu surat peralihan barang bukti itu dari Kejaksaan Agung-RI.

“Bukan tidak mau memusnahkan, Tapi saat ini kami masih menunggu surat peralihan barang rampasan Negara itu dari Kejagung RI,”ujar Andriansyah Jumat (28/8/2020).

Surat itu lanjut Andri, adalah surat peralihan agar barang sitaan itu dimusnahkan, karena barang itu putusannya menjadi milik negara.

“Kalau surat sudah keluar, maka kami akan langsung melakukan pemusnahan barang milik negara itu,”katanya.

Pihak Kejaksaan Karimun kata Andriansyah, juga mengkhawatirkan jika sewaktu-waktu bahan peledak yang disimpan terlalu lama itu dapat menimbulkan ledakan, seperti di Beirut, Lebanon pada beberapa waktu lalu.

Diketahui, sebanyak 448 ton amunium nitrate atau sebanyak 17.936 karung hasil penegahan Kanwil Bea Cukai Khusus Kepri masih tersimpan rapi, di gudang milik Bea Cukai Khsusus Kepri.

Penulis:Putri/redaksi

Comments
Loading...