Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko
Bhayangkara 74

Istri Pengusaha Ternama Tanjungpinang Disomasi Terkait Jual Beli Lahan

HM.Agung Wiradarma Kuasa Hukum Heriyanto Salim.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Heryanto Salim, melalui kuasa hukumnya HM Agung Wira Dharma SH mengirimkan surat somasi kepada Agustina istri salah pengusaha ternama Tanjungpinang, Henky Suryawan.

Pengiriman somasi dilakukan terkait perjanjian jual beli lahan seluas 13.386 m2 yang berada di belakang Mall Tanjungpinang City Center, Selasa(1/9/2020).

Kuasa Hukum Heryanto Salim, HM Agung Wira Dharma SH, mengatakan, somasi itu dilayangkan pada hari Senin dengan nomor 13/HMA&A/PID/ VIII/2020.

“Kita kirimkan melalui pengiriman Tiki. Saat ini kami rasa sudah diterima,”kata Agung.

Agung menyebutkan tujuan dilayangkan somasi itu adalah untuk menghindari kerugian yang lebih besar lagi. Saat ini pihaknya masih beritikad baik untuk menyelesaikan secara kekeluargaan , tanpa harus menempuh jalur hukum baik pidana maupun perdata.

Ia mengungkapkan bahwa lahan seluas 13.386 m2 yang di beli oleh kliennya itu dari Agustina dengan akta jual beli nomor 111 tahun 2020 tertanggal 25 Februari 2020 yang ditandatangani dihadapan notaris Sudi, SH.

Saat pembelian berlangsung, kliennya meyakini tanah yang dibeli tidak bermasalah, karena memiliki bukti kepemilikan berupa sertifikat hak milik.

Lebih lanjut, Agung mengungkapkan kliennya semakin yakin akan tidak bermasalahnya lahan itu juga diperkuat adanya pernyataan Agustina dalam Akta jual beli.

Dalam salah satu poin perjanjian, Pihak Pertama (Agustina) menjamin bahwa objek jual beli tidak tersangkut dalam suatu sengketa, bebas dari sitaan, tidak terikat sebagai jaminan untuk sesuatu utang yang tidak tercatat dalam sertifikat, dan bebas dari beban-beban lainnya yang berupa apapun.

“Tapi ternyata setelah kelapangan, kami temukan banyak patokan lahan yang dibeli, dan klien dari banyak pihak,” ungkap Agung.

Agung menyampaikan hal ini diperkuat dengan keterangan Badan Pertanahan Kota Tanjungpinnag yang menyebut jika sebagian besar lahan tersebut kepemilikannya terindikasi tumpang tindih dengan sertifikat lain.

“Klien kami merasa sangat dirugikan karena objek jual beli bermasalah,” ucapnya.

Adanya tumpang tindih lahan tersebut, dia jelaskan, sudah diberitahukan pihak kantor pertanahan Tanjungpinang kepada Agustina melalui surat nomor : 154/PTP-32.05/IPPT/XI/2019 tanggal 29 Nopember 2019.

“Hal ini berarti pihak penjual sudah mengetahui adanya tumpang tindih lahan jauh hari sebelum Akta Jual Beli ditandatangani,” paparnya.

“Kami menduga hal tersebut sengaja ditutupi agar jual beli tetap terjadi. Bila hal tersebut diberitahu kepada pembeli, tentunya tidak akan terjadi penandatanganan akta jual beli sebelum masalah tumpang tindih diselesaikan,” timpalnya.

Terkait permasalahan ini, antara kedua belah pihak telah melakukan pertemuan. Mediasi dilaksanakan di Kantor Pertanahan Kota Tanjungpinang, Jumat (26/6/2020) lalu.

“Ternyata kami peroleh fakta baru adanya tumpang tindih kepemilikan,” tegasnya.

Dalam risalah pertimbangan teknis pertanahan dalam rangka perubahan penggunaan dan pemanfaatan tanah nomor 154/PPT-32.05/IPPT/XI/2019 tertanggal 29 November 2019, tanah yang diperjualbelikan kepada kliennya masuk dalam kawasan Hak Guna Bangunan No.00873/Sungaijang PT Tereira Pertiwi Development.

“Inilah yang kemudian menjadi dasar kami untuk membatalkan akta jual beli lahan tersebut. Dan sejauh ini kami menilai tidak ada itikad baik dari pihak penjual untuk menyelesaikan masalah ini. Maka dari itu kami kemudian melayangkan teguran/somasi,” tegas Agung.

Agung juga menegaskan pihaknya akan menempuh jalur hukum bila dalam batas waktu yang sudah ditentukan tidak ada solusi penyelesaian maka permasalahan yang terjadi.

“Kami akan menyelesaikan masalah ini melalui jalur hukum secara pidana dengan melaporkan permasalahan yang terjadi kepihak yang berwajib maupun dengan mengajukan gugatan secara perdata,” tutup Agung.

Penulis:Roland

Comments
Loading...