Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Kab Lingga

Pemkab Lingga Usulkan Pemekaran Kecamatan Sekanak dan Lingga Pesisir

 

Wakil Bupati secara simbolis menyerahkan bantuan operasional.

PRESMEDIA.ID, Lingga – Pemerintah Kabupaten Lingga mengusulkan pemekaran dua kecamatan kepada Gubernur Kepulauan Riau dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Keduanya yakni, Kecamatan Sekanak dan Kecamatan Lingga Pesisir.

Wakil Bupati Lingga, Muhammad Nizar, mengatakan pemekaran ini sudah mendapatkan dukungan penuh oleh DPRD Lingga. Bahkan, pihak DPRD sudah mengesahkan Peraturan Daerah (perda) pemekaran dua kecamatan tersebut.

“Kita sudah mendapat persetujuan dari teman-teman DPRD, tinggal menunggu dari pak Gubernur dan dari Kemendagri yaitu penambahan 2 Kecamatan lagi,” katanya saat menghadiri acara syukuran di Desa persiapan Buyu, Kecamatan Bakung Serumpun, Senin (31/8/2020) kemarin.

Dijelaskannya, Kecamatan Sekanak sebelumnya masuk dalam Kecamatan Singkep Barat, sedangkan Kecamatann Lingga Pesisir merupakan gabungan dari Kecamatan dua kecamatan, yakni, Kecamatan Lingga Timur dan Lingga Utara yang memiliki 8 desa.

Menurut Nizar, pemekaran ini sangat penting sekali untuk memperpendek rentang kendali guna memberikan kemudahan untuk masyarakat dalam segala kepengurusan administrasi kepemerintahan dan pemerataan pembangunan hingga kepelosok wilayah di Kabupaten Lingga.

“Ini merupakan komitmen pemerintah untuk mempermudah masyarakat, kami berharap masyarakat dapat mendukung perjuangan ini agar terwujud,” harapnya.

Selain itu, Nizar juga memberikan bantuan sebesar Rp 100 juta kepada Pemerintah Desa Persiapan Buyu guna menunjang operasional menuju desa definitif.

“Saya berharap kepada pak Camat Bakung Serumpun untuk segera melantik perangkat Desa persiapan Buyu, karena ketika Pj Kades Desa persiapan Buyu dengan pejabat atau perangkatnya sudah dilantik mereka sudah harus bekerja dan berpikir untuk membangun desa persiapan ini menjadi desa Defenitif,” terag Nizar.

Ditambahkan Nizar, ia sangat mendukung desa persiapan Buyu bisa segera mekar dari Desa Rejai. Untuk itu Nizar menegaskan tugas utama para Pj Kadesa dan perangkat nya menjadi desa defenitif.

“Memang kita memaklumi ini berat karena kita keterbatasan masalah biaya tapi percayalah pemerintah daerah dan DPRD Lingga tidak menutup mata, Insya Allah untuk desa persiapan ini 11 desa kita bantu operasionalnya minimal Rp100 juta di setiap desa persiapan,” ungkap Nizar.

Penulis:Aulia/Humas Lingga

Comments
Loading...