Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Ini 7 Golongan Pelanggan Yang Dapat Penurunan Tarif Listrik dari Pemerintah

Ilustrasi Meteran Listrik PLN

PRESMEDIA.ID,Jakarta-Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan tarif listrik untuk tujuh golongan pelanggan non-subsidi.

Tarif listrik yang sebelumnya dibebankan senilai Rp1.467 per kWh itu, turun menjadi Rp1.444,70 per kWh. Adapun penetapan ini berlaku mulai Oktober sampai Desember 2020.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi menyampaikan, penurunan tarif listrik ini dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19.

“Pemerintah dan PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan golongan rendah agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonominya dan dalam kegiatan kesehariannya,”ujar Agung, Rabu (2/9/2020).

Selain itu, Agung juga menjelaskan mengenai tujuh golongan yang mendapatkan penurunan tarif listrik, antara lain:

1. R-1 TR 1300 VA
2. R-1 TR 2200 VA
3. R-2 TR 3500 VA
4. R-2 TR 5500 VA
5. R-3 TR 6600 VA
6. B-2 TR 6600 VA
7. B-2 TR 200 kVA

Diketahui, kode R-1, R-2, R-3 merupakan kode penggunaan listrik pada rumah tangga. Sedangkan, kode B-2 berarti kode penggunaan listrik pada bisnis.

Subsidi Listrik Gratis dan Diskon 50 Persen

Pemerintah juga memberikan kemudahan terhadap tarif listrik. Adapun kemudahan tersebut berupa subsidi listrik gratis dan diskon 50 persen yang sudah dimulai sejak April 2020.

Agung mengungkapkan, pelanggan yang berhak mendapatkan listrik gratis yakni pelanggan rumah tangga yang memiliki daya 450 VA. Sedangkan, pelanggan rumah tangga dengan daya 900 VA mendapatkan subsidi tarif listrik diskon 50 persen.

Selain itu, keringanan juga diberikan bagi pelanggan bisnis kecil dengan daya 450 VA dan industri kecil berdaya 450 VA dengan pembebasan tarif listrik.

Di sisi lain, PLN juga akan menyasar pelanggan segmen sosial, bisnis, dan industri. Berikut program yang akan diberikan pemerintah:

1.Pembebasan penerapan ketentuan Rekening Minimum bagi pelanggan yang pemakaian energi listrik di bawah ketentuan Rekening Minimum (40 jam nyala).

2.Pembebasan penerapan ketentuan Jam Nyala Minimum bagi pelanggan Golongan Layanan Khusus sesuai dengan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).

3.Pembebasan Biaya Beban. Informasi detail mengenai pelanggan golongan mana saja yang diberlakukan stimulus dapat dibaca di artikel ini.

Stimulus sendiri berlaku sejak Juli-Desember 2020.

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...