Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Kejati Kepri Tahan 10 Tersangka Korupsi IUP-OP Tambang Bouksit

Sebanyak 10 dari 12 Tersangka Korupsi IUP-OP tambang Bouksit digiring Penyidik Kejaksaan keobol tahanan untuk dibawa ke Rutan Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Kejaksaan Tinggi Kepri akhirnya menahan 10 dari 12 Terangka korupsi Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) tambang Bouksit di Bintan Provinsi Kepri, Rabu (2/9/2020)

Ke 10 tersangka yang ditahan itu adalah, Dr Amjon M.PD (50) mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau 2018-2019, Drs.Azman Taufik (60) mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau.

Selanjutnya, Wahyu Budi Wiyono (46) Direktur CV Buana Sinar Khatulistiwa, Harry E Malonda (66) Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Cabang Bintan, Sugen (51) Wakil Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat, Eddy Rasmadi (47) Direktur CV Gemilang Mandiri Sukse, M Achma (43) Direktur PT Cahaya Tauhid Alam Lestari, Jalil (51) Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Gubi.

Kemudian Junedi (46) Persero Komenditer CV Dwi Karya Mandiri, M.Adrian Alami (41) Kepala Cabang Persero di Tanjungpinang PT Tan Maju Bersama Sukses.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepri Sudarwidadi melalui Kepala Seksi Penerangan Kejaksaan Tinggi Ali Rahim mengatakan, penahanan ke 10 tersangka korupsi IUP-OP Kepri itu dilakukan, sebagai tindak lanjut dari proses penyidikan dugaan korupsi IUP-OP tambang Bouksit yang dilakukan Kejaksaan Tinggi Kepri.

“Hari ini 10 dari 12 tersangka dalam korupsi IUP-OP tambang Bouksit Kepri ini kami lakukan penahanan,”ujarnya di Kejati Kepri Rabu (2/9/2020).

Asisten Intelijen Kejaksaan inggi Kepri Agustian mengatakan, dari 12 tersangka Korupsi IUP-OP yang ditetapakan, 2 orang tersangka lainya mangkir dan tidak hadir memenuhi dipanggil penyidik Jaksa. Kedua orang itu adalah Ar  dan Bsk.

“Ada dua orang yang tidak hadir, karena berhalangan sakit, dal waktu beberapa hari ini, pemanggilan akan kembali dilakukan,”ujarnya.

Sebagai mana diketahui, kejaksaan Tinggi Kepri sebelumnya telah menetapkan 12 tersangka dugaan korupsi pengeluaran, pemanfaatan IUP-OP Bauksit, serta penjulan material baoksit di Bintan Provinsi Kepri.

Ke 12 tersangka korupsi IUP-OP tambang Bouksit itu, merupakan penjual dan yang memanfaatkan IUP-OP tanpa prosedural untuk mengeruk, menambang dan menjual material bouksit yang mengakibatkan kerugian negara Rp.32 Milliar.

Seluruh tersangka korupsi IUP-OP baokust di Bintan Provinsi Kepri ini, dijerat dengan pasal 2 jo pasal 18 jo pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak Pidana Koripsi, jo pasal 55 KUHP.

Pantauan di Kejati Kepri, Dua unit Mobil tahanan serta sejumlah anggota Polisi dari Polres Tanjungpinang telah berada di Kejaksaan Tinggi Kepri untuk membawa dan mengawal ke 10 tersangka tersebut untuk dibawa ke Rutan.

Penulis:Redaksi 

Comments
Loading...