Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Mangkir Dari Penggilan Jaksa, Arif Rate dan Bobby Kifana Akan Kembali Dipanggil Jaksa

Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepri Wagio dan Asisten Intelijen Kejati Kepri Agustian.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang-Tersangka Korupsi Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) tambang bauksit Arif Rate dan Bobby Satya Kifana mangkir dari panggilan Kejaksaan Tinggi Kepri, Rabu (2/8/2020).

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Wagiyo mengatakan kedua tersangka tidak hadir dipanggil karena beralasan sakit dan tanpa keterangan.

“Arif Rate tidak hadir karena sakit, dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter, sedangkan Bobby, tanpa keterangan,”ungkap Wagiyo.

Wagiyo menyampaikan akan melakukan pemanggilan kembali terhadap dua orang tersangka ini dalam waktu dekat, bahkan lebih tegas lagi.

“Saya himbau kepada dua tersangka ini untuk hadir, jika tidak hadir kami akan tindak tegas bahkan kami lakukan penjemputan,” tegas Wagiyo.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Kepri akhirnya menahan 10 dari 12 Terangka korupsi Izin Usaha Pertambangan-Operasi Produksi (IUP-OP) tambang Bouksit di Bintan Provinsi Kepri, Rabu (2/9/2020)

Ke 10 tersangka yang ditahan itu adalah, Dr Amjon M.PD (50) mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau 2018-2019, Drs.Azman Taufik (60) mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Provinsi Kepulauan Riau.

Selanjutnya, Wahyu Budi Wiyono (46) Direktur CV Buana Sinar Khatulistiwa, Harry E Malonda (66) Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat Cabang Bintan, Sugen (51) Wakil Ketua Koperasi Haluan Kelompok Tambang Rakyat, Eddy Rasmadi (47) Direktur CV Gemilang Mandiri Sukse, M Achma (43) Direktur PT Cahaya Tauhid Alam Lestari, Jalil (51) Mitra BUMDES Maritim Jaya Desa Air Gubi.

Kemudian Junedi (46) Persero Komenditer CV Dwi Karya Mandiri, M.Adrian Alami (41) Kepala Cabang Persero di Tanjungpinang PT Tan Maju Bersama Sukses.

Penulis:Roland

Comments
Loading...