Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Bertemu Wakapolda dan Ormas Pelapor, Kasus Rasis Bobby Jayanto Diwacanakan Dihentikan Polisi

Bobby Jayanto
Ketua Partai Nasdem Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto keluar dari ruangan penyidik polres Tanjungpinang, sekitar pukul 12.00 Wib, Senin (24/6/2019).

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang mewacanakan penghentiaan proses hukum penyidikan dugaan tindak pidana rasis dan diskriminasi ras dan Etnis tersangka Bobby Jayanto.

Kasat Reskrim polres Tanjungpinang AKP.Efendi Alie mengatakan, wacana penghentian penyidikan tindak pidana Rasis dan diskriminasi tersangka Bobby Jayanto itu, dilakukan atas adanya pertemuan tersangka Bobby Jayanto, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan anggota Polda lainya, dengan 4 Ormas pelapora masing-masing Gagak Hitam Tanjungpinang dan Bintan, LSM Cindai serta ormas lainya, Kapolres dan penyidik Polres Tanjungpinang dan Bupati Bintan, di Polres Tanjungpinang,Jumat,(23/8/2019) malam.

“Dari pertemuan itu, sudah menghendaki dan setuju tidak berproses lanjut demi amanya Tanjungpinang dan Provinsi Kepri dan biar tidak gaduh-gaduhlah,”sebut Efendi Alie, Pada PRESMED.ID,Sabtu,(24/8/2019).

Pada pertemuan itu, kata Efendi Alie, ke Empat pelapor yang hadir, pada intinya juga menyetujui penghentian dari proses kasus.

Atas pertemuan itu, Efendi Ali juga mengatakan, hukum kadang-kadang juga perlu mengalah demi kepentingan yang lebih besar dan kepentingan orang banyak. Karena kalau penegakan hukum hanya untuk suatu keadilan tentunya, semua pihak harus menyikapinya dengan baik dan benar.

Disingung dengan pasal pidana yang disangkakan kepada Bobby Jayanto dalam kasus Rasis dan diskriminasi yang bukan merupakan delik aduan, Effendi Alie mengakui. Jika tindak pidana yang dilakukan ketua DPD Nasdem kota Tanjungpinang dalam dugaan rasis dan diskriminasi tersebut, bukan merupakan delik aduan atau murni kasus pidana umum.

“Memang bukan delik aduan, tetapi merupakan pidana umum murni. Tapi kan, apabila sudah tidak ada lagi pihak-pihak yang meras dirugikan, kemudian untuk rasa keadilan dengan hukuman sanksi sosial yang dalam 2 bulan yang sudah dialami pelaku, tidak ada salahnya penghentian perkara tersebut di Kepolisian,”ujarnya.

Namun demikian, kata Efendi Ali, penghentian Kasus tersangka Bobby Jayanto ini juga masih dalam wacana dan sampai saat ini belum dilakukan penghentian.

“Penghentiaan atas pertemuan semalam itu baru wacana, dan sampai saat ini belum dilakukan dan masih dalam berproses. Mengenai stastus hukum Bobby Jayanto juga, hingga saat ini masih tetap sebagai tersangka dugaan rasis dan diskriminasi ras dan Etnis,”sebutnya.

Dengan status tersangka Bobby Jayanto itu, sambung Alie, proses pemerikasan yang bersangkutan sebagai tersangka, sebagai mana yang diagendakan pada minggu depan akan tetap dilaksanakan.

“Karena, untuk melakukan penghentiaan penyidiak, apa lagi sudah ditetapakan sebagai tersangka, Itu kan tidak mudah, Prosesdu, mekanisme dan SOP yang harus tetap dijalani,”ujarnya.

Sebelumnya, Polres Tanjungpinang telah menetapkan Ketua DPD Nasdem Kota Tanjungpinang Bobby Jayanto tersangka kasus dugaan rasis dan diskriminasi. Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang,AKP.Efendri Ali mengatakan, penetapan tersangka Bobby, didasarkan dua alat bukti yang sah, dari gelar perkara yang telah dilaksanakan

ďDari gelar perkara yang kami lakukan, dan atas alat bukti dari penyidikan, Unsur melawan hukum perbuatanya terpenuhi, hingga yang bersangkutan (Bobby-red) kami ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus rasis dan diskriminasi,Ēujarnya pada wartawan di Tanjungpinang,Kamis,(22/8/2019).

Tersangka Bobby Jayanto, lanjut Alie, disangka melanggar Pasal 16 Jo Pasal 4 ayat 2 huruf B Undang-undang Nomor 40 Tahun 2018 tentang Rasis dan Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Ketua DPD Nasdem Tanjungpinang Bobby Jayanto tersandung kasus dugaan rasis dan diskriminasi Ras dan Etnis atas pidatonya dalam bahasa Tionghoa, yang menyatakan, “Keuntungan kita memilih sesama Etnis, Bisa bekerja untuk kita, Sebaliknya kalau milih orang Kulit Hitam tidak mungkin mereka mau bantu kita etnis Tionghoa,”. Hal itu diduga dikatakan Bobby dalam acara sembahyang keselamatan di Pelantar II Tanjungpinang, pada Sabtu.(8/6/3019)lalu.(Presmed2)

Comments
Loading...