Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

LSM.Cindai Bantah Ikut Cabut LP dan Dukung Penghentian Kasus Rasis Bobby 

Rasis
Photo: Bobby Jayanto saat di Memenuhi panggilan Penyidik Polres Tanjungpinang

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Lembaga Swadaya Masyarakat Cerdik Pandai Pemuda Melayu (CINDAI) Edi Suswanto membantah, pihaknya ikut dan turut serta mendukung penghentiaan kasus dugaan Rasis dan diskriminasi Bobby Jayanto.

Kepada PRESMEDIA.ID, Edi mengatakan, walaupun pada awal pertama sama-sama ikut melaporkan Bobby ke Polres Tanjungpinang, Tapi untuk pencabutan laporan dan pertemuan yang dilakukan Ormas, Wakapolda dan Bobby Jayanto bersama dengan pihak lainya semalam, Cindai tidak ikut dan tidak pernah dikonfirmasi hal tersebut.

“Jadi kalau lah ada statement dan bahasa yang menytakan dalam Cindai ikut pada pertemuan semalam, secara tegas saya mengaatakan tidak ikut dan tidak mengetahui pencabutan laporan tersebut,”ujarnya pada media ini,Sabtu,(24/8/2019)

Mengenai cerita adanya kesepakatan dan pernyataan Perminta Maafan Bobby, diakui Edi, dirinya pernah menandatangani surat yang isinya “Memberi Maaf kepada Bobby Jayanto” atas Permohonan Maaf yang dilakuanya secara terbuka di media masa.

“Tetapi diakhir surat yang saya ditandatangin itu juga berbunyi, pemberiaan Maaf yang saya buat itu tidak mempengaruhi proses hukum yang sedang berjalan. Artinya suart tersebut, bukan untuk menginterpensi proses hukum yang sudah berlangsung atau meminta untuk penghentian penyidikan,”ujarnya.

Selain itu, kata Edi, surat pernyataan memberi maaf tersebut ditandatanganinya, juga atas pertimbangan dari tokoh-tokoh masyarakat LAM serta adanya ucapan permintaan Maaf Bobby Jayanto secara terbuka di Media.

Pertimbangan lainya, sesuai dengan kesepakatan yang dibuat Forum bersama 24 organisasi waktu itu, juga menuntut, Pelaporan dugaan Rasis Bobby ke Polisi, Kemudaiaan permohonan Maaf Bobby Jayanto secara adat yang difasilitasi oleh LAM Provinsi Kepri atau LAM kota dan yang ke tiga, Seluruh oraganisasi yang tergabung didalam Forum saat itu, juga mendesak pemerintah kota atau pun provinsi untuk menyusun Perda bahasa Indonesia atau Bahasa melayu diruang Publik.

“Saat itu, surat pernyataan penerimaan permintaan maaf itu kami buat dan tandatangani, juga atas permintaan Bobby kepada Forum untuk dibuatkan secara tertulis, sebagai dokumen yang akan ditunjukanya pada DPP Nasdem, Bahwa warga dan Ormas yang awalnya melaporkanya, sudah menerima permohonan maafnya secara tertulis,”ujar Edi.

Selain itu yang membuat pihaknya kecewa dalam kasus dan permaslahan rasis dan Maaf meafkan Bobby Jayanto, adalah tidak tampak-nya peran dan respon Lembaga Adat. Kendati pihaknya saat itu sudah menyuratu secara resmi.

“Secara pribadi saya juga berpikirian, bercerita tentang marwah pribadi tentu harus kita pribadi yang menjaga. Demikian juga Marwah keseluruhan, Tentu ada Lembaga Adat ada payung adat. Dan dalam kasus ini aturanya kan, Lembaga adat yang memfailitasi ada permohonan maaf secara adat yang resmi. Itu lah kalau cerita Marwah, hingga kedepan tidak terjadi lagi hal yang sama,”ujarnya.

Sayangnya, lanjut Edi, sampai saat ini hal tersebut tidak pernah dibuat oleh lembaga adat kota maupun Provinsi Kepri.

Terkait dengan tidak adanya persepsi yang sama antar Ormas dengan pelaporan dan kesepakatan itu. Edi mengatakan, kalau bercerita Marwah, lebih baik dan lebih eloknya memang Lembaga Adat Melayu yang seharusnya yang berperan memfasilitasi dan melakukan upacara adat permohonan maaf.

“Hingga tidak terulang lagi kejadiaan yang sama, Dan Negeri ini Punya Marwah,”ujarnya.

Sebelumnya,Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang mewacanakan, penghentiaan proses hukum penyidikan dugaan tindak pidana rasis dan diskriminasi ras dan etnis tersangka Bobby Jayanto.

Kasat Reskrim polres Tanjungpinang AKP.Efendi Alie mengatakan, wacana penghentian penyidikan tindak pidana Rasis dan diskriminasi tersangka Bobby Jayanto itu dilakukan atas pertemuan tersangka Bobby Jayanto, Wakapolda Kepri dan anggota Polda lainya dengan 4 Ormas pelapora masing-masing Gagak Hitam Tanjungpinang dan Bintan, LSM Cindai serta ormas lainya, Kapolres dan penyidik Polres Tanjungpinang dan Bupati Bintan di Tanjungpinang, Jumat,(23/8/2019)malam.

“Dari pertemuan itu, sudah menghendaki dan setuju tidak berproses lanjut di Polisi, demi amanya Tanjungpinang dan Provinsi Kepri dan biar tidak gaduh-gaduhlah,”sebut Efendi Alie,Pada PRESMED.ID, Sabtu,(24/8/2019).

Pada pertemuan itu, kata Efendi Alie, ke Empat pelapor yang hadir, pada intinya juga menyetujui penghentian dari proses kasus.(Presmed2).

 

Comments
Loading...