Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Kunjungan Wisman ke Kepri Merosot Hingga 99 Persen

Ivent olahraga Tahunan Tour de Bintan (Presmed)

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang-Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Kepulauan Riau pada Juli 2020 sebanyak 1.765 kunjungan.

Jumlah tersebut terbilang jauh merosot dibandingkan dengan Juli 2019 yang mencapai 217.312 kunjungan, atau turun hingga 99,19 persen.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Kepri, Barudin, dalam rilis menyampaikan secara kumulatif Januari-Juli 2020, jumlah kunjungan wisman ke Kepri mencapai 405.752 kunjungan. Atau turun 75,01 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2019 mencapai 1.632.977 kunjungan.

“Kunjungan didominasi oleh wisman berkebangsaan Singapura hingga mencapai 45,46 persen dari jumlah wisman selama Januari sampai dengan Juli 2020,” ujarnya, Selasa (8/9/2020).

Ia memaparkan, jumlah kunjungan wisman terbanyak pada bulan Januari hingga Juli 2020 menurut pintu masuk yaitu di Kota Batam sebanyak 302.042 kunjungan (74,44 persen), diikuti oleh Kabupaten Bintan sebesar 63.933 kunjungan (15,76 persen), Kabupaten Karimun sebesar 21.531 kunjungan (5,31 persen), dan Kota Tanjungpinang sebanyak 18.246 kunjungan (4,50 persen).

“Sementara jika dibandingkan dengan bulan Juni 2020, kunjungan wisman ke Kepri mengalami penurunan 1,23 persen, dimana pada Juni 2020 tercatat sebanyak 1.787 kunjungan,” papar Barudin.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Buralimar, mengatakan untuk membangkitkan gairah kunjungan wisata di Kepri telah mengusulkan sejumlah iven besar ke Pemerintah Pusat.

Menurutnya, gelaran iven internasional ini sangat dibutuhkan sebagai penanda agar wisatawan mancanegara (wisman) mengetahui pariwisata di Provinsi Kepri masih eksis meski di tengah pandemi COVID-19.

“Maka itu, kami berharap minimal ada satu iven wisata internasional di daerah Kepri, khususnya Lagoi, yang dibiayai Pemerintah Pusat pada penghujung tahun ini,” imbuhnya.

Selama Kepri dilanda pandemi COVID-19, kata Buralimar, seluruh iven pariwisata baik skala nasional dan internasional dibatalkan. Bahkan, anggarannya juga turut direfocusing untuk percepatan dan penanganan COVID-19.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan terbitnya Permenkumham Nomor 11 Tahun 2020 tentang larangan orang asing masuk maupun transit ke negara Indonesia akibat COVID-19.

“Makanya, kita juga mengusulkan ke Menkum HAM, Yasonna Laoly, agar merevisi peraturan tersebut, namun sampai sejauh ini belum juga mendapat tanggapan,” ungkapnya.

Jika usulan pelaksanaan iven dan revisi Permenkum itu disambut baik, Buralimar meyakini gairah pariwisata di Kepri akan kembali bangkit. Terlebih, secara sarana dan prasarana, kawasan wisata Lagoi sudah sangat siap menerima kunjungan wisman di era new normal.

“Ini sifatnya memancing negara tetangga membuka pintu keluar warga negaranya ke Indonesia, khususnya ke Provinsi Kepri yang secara geografis berbatasan langsung,” tuturnya.

“Kami sudah menyiapkan protokol kesehatan yang ketat demi wisman aman dan nyaman saat berkunjung ke sini,” tutup Buralimar. 

Penulis : Ismail

Comments
Loading...