Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Presiden: Waspadai Tiga Klaster Baru Penyebaran COVID-19

Waspada Tiga Klaster Baru Penyebaran Covid-19 di  Indoensia (foto:Internet)

PRESMEDIA.ID,Jakarta-Ditengah kenaikan kasus penularan Covid-19 yang terus terjadi Presiden Joko Widodo mengingatkan masyarakat, agar waspadai terhadap tiga klaster baru penyebaran Covid-19.

Ke tiga kluster baru itu adalaj klaster perkantoran, klaster keluarga, dan klaster pilkada. Presiden juga meminta, agar masyarakat tetap berhati-hati serta tetap mematuhi protokol kesehatan dimana pun berada.

Klaster Keluarga

Presiden mengungkapkan, klaster keluarga menjadi salah satu klaster yang cukup memperoleh perhatian lantaran tidak sedikit masyarakat yang lengah menerapkan protokol kesehatan ketika telah berada di rumah.

“Klaster keluarga, karena kita sampai di rumah sudah merasa aman. Nah, justru di situlah yang kita harus hati-hati,” kata Presiden saat membuka rapat kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (7/9/2020).

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Erlang Samoedro menilai, ada dua hal yang membuat klaster keluarga muncul di Indonesia. Pertama, ada salah seorang anggota keluarga yang terpapar Covid-19 dari luar rumah, kemudian menularkannya kepada anggota keluarga lain.

Kedua, adanya pembebasan aktivitas di masyarakat pada masa pandemi. Hal itu juga disinyalir menjadi pemicu munculnya klaster keluarga karena semakin banyak orang yang beraktivitas di luar.

Klaster Perkantoran

Pemerintah diketahui melaporkan kemunculan klaster ini sejak Juli lalu, terutama sejak pemerintah melonggarkan kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) demi menggenjot sektor ekonomi.

Menurut Ketua Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, munculnya klaster perkantoran dapat berasal dari wilayah permukiman atau dalam perjalanan masyarakat menuju kantor.

Klaster Pilkada

Klaster ini menjadi klaster terbaru yang cukup mendapat perhatian. Perhelatan Pilkada 2020 dinilai menjadi ajang yang cukup mengkhawatirkan di dalam penyebaran Covid-19.

Pasalnya, meski protokol kesehatan telah diatur, masih banyak masyarakat serta pendukung dan bakal calon kepala daerah yang kurang mematuhi protokol tersebut.

Untuk diketahui, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arief Budiman mengatakan, ada 46 bakal calon kepala daerah yang positif terinfeksi Covid-19 pada Selasa (8/9/2020). Jumlah tersebut bertambah dari sebelumnya dimana ada 37 bakal calon yang dinyatakan positif Covid-19.

Data tersebut, lanjut dia, berdasarkan laporan perkembangan pendaftaran dari 32 provinsi. Namun, Arief menyebut ke-46 bakal calon secara spesifik tersebar di 17 provinsi.

Penulis:Redaksi/presidenri.go.id

Comments
Loading...