Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Warga Dusun III Pulau Manda Bersyukur Atas Sumur Air Bersih Yang Dibangun ACT

Organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan kegembiraan bagi masyarakat RT 01 RW 02 Dusun III Pulau Manda.

PRESMEDIA.ID,Karimun- Organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) memberikan kegembiraan bagi masyarakat RT 01 RW 02 Dusun III Pulau Manda, Desa Ngal Kecamatan Ungar Kabupaten Karimun, Kepri. Pasalnya masyarakat di desa tersebut tidak lagi menyebrangi pulau untuk mendapatkan air bersih.

Organisasi ACT telah meringankan beban mereka dengan membuat galian sumur, untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga disana.

Camat Ungar, Suzandra dengan rasa senang, mengucapakan Syukur alhamdulillah atas penyediaan sumur air bersih warga di desa itu, hingga warga tidak perlu lagi jauh ke pulau seberang untuk mendapatkan air bersih.

“Bantuan pembuatan sumber air bersih ini sangat membantu dan meringankan masyarakat desa, yang memang sejak dahulu belum memiliki sumber mata air bersih untuk digunakan,”kata Suzandra, Selasa (8/9/2020).

Suzandra berharap bantuan sumber mata air bersih itu dapat digunakan masyarakat sebaik-baiknya, dan tidak dibuang-buang begitu saja. Mengingat sumber air bersih yang ada di dusun tersebut cuma satu dan digunakan banyak orang.

“Pihak ACT menyampaikan bahwasanya untuk pembuatan sumur itu memerlukan dana sebesar Rp46,000,000. Nominal itu juga untuk pembangunan MCK dan tempat wudhu di masjid,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 02 RW 02 Pulau Manda Desa Ngal Kecamatan Ungar, Nawir menyebutkan, selama ini warganya jika untuk mendapatkan air bersih harus menggunakan kapal kecil setiap harinya.

“Alhamdulillah berkat sumur ini, ada lebih dari 300 jiwa di Pulau Manda sangat terbantu sekali. Terimakasih kepada semua pihak tak terkecuali ACT dan para donatur, atas bantuan sumur yang telah diberikan untuk kami semua di pulau ini,” kata Nawir.

Tidak hanya saat musim kemarau, hari-hari biasa warga setempat memang merasakan sulitnya mendapatkan air bersih, karena tidak ada sumur yang memadai. Sehingga rata-rata hanya mengandalkan air tadah hujan yang ditampung.

Kesulitan air bersih semakin parah ketika memasuki musim kemarau, yang biasanya terjadi setiap awal tahun hingga pertengahan tahun. Sehingga masyarakat berharap agar sumur tersebut tetap ada airnya meski kemarau melanda pada bulan tertentu.

Penulis Putri/redaksi

Comments
Loading...