Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

PT.Panca Rasa Pratama Mengaku Sulit Penuhi Tuntutan Buruh Akibat COVID-19

Tuntut Upah Sesuai UMK, Buruh PT.Panca Rasa Pratama Demo Ditengah Hujan.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Manajemen PT.Panca Rasa Pratama mengaku, sulit memenuhi tuntutan Buruh, dan perlu berkoordinasi dengan Owner perusahaan atas tuntutan sejumlah buruh yang menggelar aksi unjuk rasa di depan PT.PRP jalan DI Panjaitan KM 9 Kota Tanjungpinang.

Ketua Pengurus Unit Kerja PUK Panca Rasa Pratama, Diarida mengatakan, setelah dilakukan mediasi dengan sejumlah buruh perusahan memiliki saran dengan tetap mempekerjakan buruh.

“Tetapi mengenai kekurangan gaji, perusahan mengajuvtidak sanggup untuk membayarkan. Kami minta dibayarkan kekurangannya kalau memang nanti perusahan sudah sanggup untuk membayar,”kata Diarida, Rabu (9/9/2020).

Namun mengenai tuntutan itu, pihak Perwakilan menyatakan PT.PRP masih akan mempertanyakan ke pihak Manajemen, hingga belum ada kepastian. Sehingga buruh masih menunggu sebelum ada kepastian.

“Tadi pihak perusahaan mengatakan mereka mau bertemu dulu dengan Pak Bandi dulu sebagai pemilik perusahan,”jelasnya.

Perwakilan Manajemen PT.Mustardi mengatakan, atas tuntutan buruh, pihak perusahaan menerima tuntutan dari sejumlah buruh tersbut agar gaji di normalkan atau gaji sesuai UMK Tanjungpinang, dan agar segera dipekerjakan kembali.

Mustardi memaparkan sejak pendemi COVID-19 April 2020, perusahan sempat merumahkan seluruh karyawan produksi karena tidak berproduksi. hal itu didasari dengan surat pernyataan kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh perusahaan dan karyawan.

Selanjutnya sampai dengan dua bulan, pihak perusahaan kembali memanggil karyawan produksi untuk bekerja. namun statusnya, menjadi karyawan Lepas sebelum mencabut Surat Kesepakatan Bersama (SKB) perumahaan karyawan.

“Memang pada saat itu Kita tawarkan, upahnya perusahaan hanya mampu membayar 100 ribu per hari, karena Itu kemampuan kami saat ini, akibat kapasitas produksi yang belum Normal,”ujarnya.

Mengenai tuntutan buruh yang meminta gaji dinormalkan, Mustardi mengatakan, dengan status kondisi pandemi saat ini yang belum maksimal perusahaan belum mampu.

“Dengan kondisi Pandemi COVID-19 saat ini, perusahaan tidak bisa menjamin. Karena kami masih berusaha untuk dapat bertahan, bahkan perusahan untuk berinisiatif baik mempekerjakan teman-teman ini, tapi dengan kondisi kemampuan perusahaan,”sebutnya.

Mustardi menyampaikan ada dua poin yang tuntutan buruk, buruh bersedia kembali untuk bekerja dengan kondisi yang perusahaan sanggup tanpa ada dibuat surat pernyataan atau kesepakatan apapun.

Selanjutnya buruh minta selisih gaji yang dari standar UMK  itu bisa dibayarkan setelah nanti kondisi perusahaan normal, sama mereka minta masuk tanpa syarat.

Sebanyak 170 orang karyawan produksi di rumahku, dan yang saat ini sudah berkerja 120 orang.

“Mengenai tuntutan itu, Nanti saya sampaikan dulu ke manajemen tertinggi dua poin disampaikan tadi, apapun keputusannya nanti kita sampaikan,”pungkasnya.

Penulis:Roland

Comments
Loading...