Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Kasus Positif COVID-19 Tanjungpinang Tambah 7, Sembuh 3 Orang

Wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Kasus positif COVID-19 di kota Tanjungpinang kembali bertambah 7 kasus. Selain penambahan kasus, sebanyak 3 pasien positif COVID-19 juga dinyatakan sembuh.

Dengan penambahan kasus dan sembuh itu, total jumlah positif COVID-19 di Tanjungpinang menjadi 264 orang, di rawat di Rumah sakit 30 orang, di karantina terpadu 10 orang, Isolasi Mandiri 74 orang, sembuh 143 orang dan meninggal 7 orang.

Plt Walikota Tanjungpinang, Hj.Rahma mengatakan dengan penambahan pasien yang sembuh dari positif COVID-19 itu, total jumlah pasien COVID yang dinyatakan sembuh berjumlah 143 orang.

Adapun pasien yang sembuh adalah kelompok (klaster) perorangan dan semuanya perempuan, sebagaimana hasil pemeriksaan RT-PCR yang diterima dari BTKL PP Batam.

“Kebriga orang yangbsembuhbadalah, pasien Kasus nomor 142 berinisial IR (43), kasus nomor 155 inisial Ae (20), dan kasus nomor 172 inisial Hm (38),” paparnya.

Sedangkan penambahan 7 kasus baru positif COVID-19 lanjut Rahma, merupakan hasil temuan kasus baru dan hasil penelusuran dari kasus-kasus positif sebelumnya (tracing), sebagaimana hasil pemeriksaan swab dengan metode RT PCR yang dilakukan di BTKL PP Batam dan RSKI Galang.

“Diantaranya kasus nomor 258, perempuan berinisial MA (21), nomor 260 perempuan berinisial FW (15),nomor 261, laki-laki berinisial MU (40), dan nomor 263 laki – laki berinisial JY(21). Seluruhnya tidak bergejala,”paparnya.

Kemudian untuk tiga orang memiliki gejala diantaranya, kasus nomor  nomor 259 perempuan, RU (52), nomor 262 laki-laki ED(20) dan nomor 264 perempuan SI (25) seluruh di rawat di Rumah Sakit Angkatan Laut.

“Kami himbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19 ini,”ujarnya.

Protokol kesehatan lanjutnya, harus selalu dilakukan pada saat berinteraksi dengan keluarga yang tinggal satu rumah, keluarga tidak satu rumah ataupun di tempat kerja, sehingga klaster keluarga dan klaster tempat kerja bisa kita cegah bersama-sama.

Penulis:Roland

Comments
Loading...