Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Sekda Sebut, Ini Penyebab APBD 2021 Kepri Turun Drastis

Sekda Kepri TS.Arif Fadillah.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Pemerintah provinsi Kepri mengatakan, sengaja menurunkan proyeksi APBD 2021, akibat penurunan pendapatan dari sektor PAD dan penerimaan dana perimbangan dari pusat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau TS Arif Fadillah mengatakan, hal itu disebabkan pandemi COVID-19 hinggga mempengaruhi kondisi ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menurun.

“Penuruna PAD diakibatkan Pandemi. Sehingga, kita tidak berani memberikan proyeksi terlalu tinggi,”ujarnya, Selasa (15/9/2020).

Selain itu, lanjut Arif, kondisi tersebut juga diperparah dengan adanya pemangkasan dana perimbangan dari pemerintah pusat tahun 2020 hingga Rp 500 miliar.

“Berkaca dari faktor-faktor itu, maka proyeksi APBD 2021 kita turunkan,”tambahnya.

Ketua Tim Anggaran Pendapatan Daerah (TAPD) Pemprov Kepri ini menambahkan, penurunan proyeksi APBD Kepri tahun anggaran 2021 merupakan salah satu siasat dengan berharap APBD Perubahan 2021 mendatang bisa lebih baik. Sehingga, APBD murni 2022 berikutnya, bisa lebih normal kembali.

“Jadi kita lebih sedikit tekankan di APBD 2021, yang diharapkan di APBD Perubahan 2021 bisa meningkat. Sehingga tidak terjadi tunda bayar dan hutang. Kemudian APBD 2022 kita bisa lebih normal,”tutupnya.

Sebelumnya, Plt Kepala Barenlitbang Provinsi Kepri, Naharudin, APBD Kepri tahun 20201 dipastikan mengalami penurunan drastis. Yang sebelumnya pada 2020 sebesar Rp 3,9 triliun, namun untuk APBd 2021 hanya sebesar Rp 3,259 triliun atau turun sekitar Rp 700 miliar.

Ia merincikan, alokasi APBD murni 2021 tersebut terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 1,081 trilun dan dana perimbangan sebesar Rp 2,066 triliun, kemudian ada penerimaan lain-lain yang sah sekitar Rp 1,3 miliar.

“Saat ini masing-masing OPD sedang menyusun renja (rencana kerja), setelah itu selesai akan disampaikan ke DPRD,”ujarnya.

Penulis : Ismail

Comments
Loading...