Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko
Bhayangkara 74

Penyidikan Kasus Ijazah Palsu DPRD dan Dirut BUMD Terkendala Corona dan Saksi Ahli Positif COVID-19

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Rio Reza Parindra.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Polres Tanjungpinang mengatakan proses hukum penyidikan dugaan penggunaan Ijazah palsu oknum anggota DPRD kota Tanjungpinang dan Direktur Utama BUMD Tanjungpinang hingga saat ini masih terus berlanjut.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Rio Reza Perindra mengatakan, terlambatnya pengiriman Berkas BAP perkara sebagai tindak lanjut dari SPDP Ke kejaksaan, terkendala akibat pandemi COVID-19 yang mengakibatkan saksi ahli dari dugaan kasus pemalsuaan ijazah itu di Dikti Jakarta belum dapat dimintai keterangan karena positif corona.

“Iyah karena Corona ini, Saksi ahlinya juga kemarin ada yang kena itu yang di Dikti Jakarta,”ujar Rio Rabu (16/9/2020).

Selain terkendala saksi ahli yang terkena positif Corona lanjutnya, saksi ahli di UISU dan Universitas Pejuang dalam kasus dugaan Ijazah palsu Dirut BUMD dan oknum anggota DPRD kota Tanjungpinang itu, juga belum bisa dimintai keterangan sebab kampus Universitas itu sempat tutup dan diliburkan karena ada yang positif Corona.

“Hari ini, untuk saksi ahli dugaan Pemalsuan Ijazah DPRD Tanjungpinang dilakukan pemeriksaan di Jakarta, karena memang sebelumnya sudah janjian,”ujarnya.

Mengenai P-17 Jaksa atas SPDP penyidik yang dikembalikan, Reza mengatakan, jika SPDP dikembalikan jaksa, Penyidik Polres masih bisa mengirimkan kembali SPDP dan Berkas Perkara kasus tersebut.

“Nggak ada masalah, kami juga sudah surati, dan kalau SPDP di Kembalikan-kan masih dikirim lagi, kalau prosesnya penyidikanya nanti sudah rampu,”jelasnya.

Bantah SP3 Dugaan Pemalsuaan Ijazah Dirut BUMD

Disingung mengenai adanya upaya SP3 penyidikan dugaan penggunaan gelar akademik palsu Dirut BUMD, Kasat Reskrim Rio Reza membantahnya. Ia mengatakan, bahwa infromasi itu baru didengar dan diperolehnya, dan menurutnya issu tersebut adalah tidak benar.

“Nggak ada itu, prosesnya sampai saat ini masih tetap jalan. Dan sebenarnya ijazah S1 itu benar, hanya penggunaan Gelar akademik-nya yang salah, dan atas pengunaan gelar itu, juga ada pidananya di UU Sisdiknas, kendati ancamanya dibawah 4 tahuna,”ujarnya.

Reza juga kembali menyakinkan, jika proses hukum ke dua kasus dugaan pemalsuaan ijazah dan gelar itu masih terus berproses, hanya terkendal dengan pandemi COVID-19 yang mengakibatkan saksi ahli dari kasus tersebut belum dapat dimintai keterangan secara lengkap.

Sebelumnya, tiga kasus atensi, pemalsuan Ijazah DPRD, dan Dirut BUMD serta kasus penipuan yang diduga dilakukan makelar kasus (Markus) belum dilimpahkan penyidik Polres Tanjungpinang ke Kejaksaan.

Kendati sebelumnya, Penyidik telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan, Namun Berkas Pewrkara tiga kasus tersebut hingga saat ini tak kunjung di limpahkan Penyidik Polres.

Kepala seksi pidana umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri Tanjungpinang Wawan Rusmawan mengatakan, selama 30 hari setelah penyidik Reskrim mengirim SPDP tiga perkara itu ke Kejaksaan, hingga saat ini belum ditindak lanjuti penyidik dengan pengiriman Berita Acara Pemeriksaan Perkara (BAP).

“Untuk perkara dugaan pemalsuan ijazah Dirut BUMD, dan oknum anggota DPRD, baru hanya SPDP tanpa tersangka.Demikian juga perkara penipuan atas nama tersangka Feri, juga baru SPDP dan belum ada BAP-nya,”ujar Wawan pada PRESMEDIA.ID, Selasa (8/9/2020).

Penulis:Redaksi

Comments
Loading...