Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko
Bhayangkara 74

Gelapakan 2 Unit Mobil,Pegawai RS-RAT Dituntut 2,6 Tahun Penjara

Oknum Pegawai RS RAT Tanjungpinang Marhati bin Atan dituntut 2,6 tahun penjara atas penggelapan 2 unit mobil rental.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Oknum Pegawai Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RS RAT) Tanjungpinang terdakwa Marhati bin Atan dituntut 2,6 tahun penjara atas penggelapan 2 unit mobil rental.

Tuntutan dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Zaldi Akri di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Rabu (16/9/2020).

Dalam tuntutan yang di baca secara virtual, Jaksa Zaldi menyatakan terdakwa Marhati bin Atan terbukti melakukan pidana penggelapan, dengan sengaja memiliki dengan melawan hak sesuatu barang yang sama sekali atau sebagiannya termasuk kepunyaan orang lain dan barang itu ada dalam tangannya bukan karena kejahatan, sebagaimana dakwaan pasal 372 KUH Pidana.

“Menuntut terdakwa dengan tuntutan 2 tahun dan 6 bulan penjara,”katanya.

Sedangkan barang-bukti dua unit mobil merk Toyota Avanza warna hitam dan abu-abu dengan Nopol BP 1361 TW dan BP 1021 GW di kembalikan kepemiliknya Joy Rental.

Mendengar tuntutan itu, Marhati bin Atan dan Penasehat Hukumnya Ibnu Arifin SH menyatakan keberatan dan akan mengajukan pembelaan (Pledoi) secara tertulis.

Ketua Majelis Hakim, M Djauhar Setyadi didampingi hakim anggota Justiar Ronald dan Novarina Manurung menunda persidangan selama satu pekan untuk mendengar pembelaan terdakwa atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Sekedar mengingatkan, Pegawai RSUP-RAT Tanjungpinang terdakwa Marhati bin Atan dilaporkan Pemilik Rental Joy Mobil karena menggekapkan 2 mobilnya yang dirental terdakwa.

Dalam dakwaan JPU, penggelapan 2 uinit mobil rental itu dilakukan terdakwa dengan cara datang menyewa mobil ke Joy Rental pada 14 dan 15 November 2019 lalu.

Atas penyewaan itu, Joy Rental menyewakan 2 unit mobil merk Toyota Avanza warna hitam dan abu-abu dengan Nopol BP 1361 TW dan BP 1021 Gw kepada terdakwa dengan sewa mobil per unit perhari Rp.200 ribu.

Kemudian keesokan harinya, lanjut Hendriyana, terdakwa kembali datang ke Joy Rental untuk merental mobil dan menyatakan mobil yang sebelumnya dirental akan diperpanjang.

“Mobil pertama yang disewa dilanjutkan lagi rentalnya, kemudian ambil satu unit lagi untuk dirental, sehingga seluruh total sewa rental perharinya Rp 600 ribu,”ungkap saksi Handriyana.

Namun mobi tidak di kembalikan oleh terdakwa. hingga pihak rental melakukan pencarian dan menelusuri kemana dua unit mobil tersebut.

Dari penelusuran, Ternyata dua unit Mobil tersebut digadaikan terdakwa ke perseorangan deharga Rp.40 juta, yang satu unit ke Manurung dan satu unit lagi kepihak lain.

Sebelumnya, pihak rental juga sudah menghubungi terdakwa untuk menanyakan pembayaran sewa, jika tidak bisa membayar mobil tersebut agar dikembalikan. Tapi terdakwa selalu berkata masih menunggu uang. Karena sewa dan mobil tidak dikembalikan, Maka pada 17 Maret 2019 pihak rental melapor pelaku ke Polres Tanjungpinang.

Penulis:Roland 

Comments
Loading...