Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Korban Penipuan Dipenjara, Kawanan Markus dan Penipunya Bebas

Foto; Tersangka Fr markus Penipu Tersangka Korupsi Junaedi, yang mengembalikan Dana Rp.500 Juta ke Polisi.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Berkas Perkara Tersangka Fr kawanan makelar Kasus (Markus) yang diduga menipu tersangka Korupsi IUP-OP Tambang di Kejati Kepri, hingga saat ini belum dilimpah penyidik Polres Tanjungpinang ke Jaksa.

Sementara korban yang ditipu, Tersangka Junaidi dalam Korupsi IUP-OP tambang Bouksit saat ini telah dijebloskan Kejaksaan Tinggi Kepri penjara.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Rio Reza Perindra mengatakan, BAP tersangka Fr dalam kasus dugaan penipuan dan makelar Kasus (Markus) terhadap korban Jd tersangka Korupsi IUP-OP tambang, proses hukumnya masih dilanjutkan.

Mengenai BAP yang belum dilimpahkan ke Jaksam karena tersangka utamanya belum ditangkap. Sementara unsur sangkaan terhadap kawananya tersangka Fr, dikatyakan Reza, belum kuat dan sampai saat ini proses penyidikan masih dilakukan untuk melengkapi berkas dan barang bukti.

“Prosesnya masih terus jalan dan terangka Fr penahanya untuk sementara kami tangguhkan,”ujar Reza Rabu (16/9/2020).

Terhadap Barang Bukti uang Rp.500 juta yang sebelumnya diminta Bw dan Fr untuk menghentikan (SP3-red) Kasus korupsinya di Kejaksaan Tinggi Kepri, dikatakan Reza, sebelumnya sudah dikembalikan pelaku Bw kepada korbanya tersangka Jd.

“Pengembalian uang dilakukan melalui transper ke Jd, dan atas pengembaliaan itu, BB uang dugaan penipuaan itu kami sita sebagai Barang Bukti,”ujarnya.

Terkait P-17 jaksa atas belum dikrimnya BAP Perkara sebagai tindak lanjut SPDP tersangka Fr, Reza mengatakan pihaknya sudah membalasnya.

“BAP Penipuan tersangka Fr ini belum dikirim karena-kan Petunjuk Jaksa di (P-19) meminta agar penyidik menangkap tersangka utamanya atau dijadikan DPO,”ujarnya.

Sementara untuk menerbitkan orang yang masuk dalam Daftar Pencairan Orang (DPO) harus melalui prosedur, yang diawali dengan proses pemanggilan ke alamat, Penangkapan sebagai upaya paksa, hingga jika tidak ditemukan, baru dijadikan DPO karena memang sudah dicari tetapi tidak ditemukan.

“Dan sampai saat ini, kami juga melakukan upaya pencariaan dengan berkordinasi dengan Polda dan Polres di wilayah alamat yang bersangkutan, Dan alamatnya, juga sudah kami ketahui dan surat Penggilan sudah dilayangkan tetapi yang bersangkutan tidak datang,”ujarnya.

Reza juga mengatakan, dengan dikembalikanya Barang Bukti Uang Rp.500 juta, korban merasa sudah tidak dirugiakan pelaku. Dan atas hal itu pihak kepolisian dapat melakukan Restoratis Justice dalam melakukan penghentiaan kasus.

“Cuman karena ini masih digantung dan masih dalam proses, iyah kita tetap akan lengkapi BAP perkaranya dan kirimkan ke Jaksa,”ujarnya.

Penulis:Redaksi 

Comments
Loading...