Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Disidang di PN, Terdakwa Penggelapan Kas Masjid Penyengat Jaminkan Sertifikat Rumah Dan Uang Rp 82 Juta

Sidang Penggelapan Kas masjid Penyegat dengan terdakwa Zulkarnain dilaksanakan Secara Virtual di PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Didiang di PN, Terdakwa Zulkarnain bendahara masjid yang menggelapkan uang kas Masjid Raya Sultan Riau Penyengat Rp.617.235.000, menjaminkan sertifikat tanah dan rumahnya kepada Pengurus Masjid untuk membayar dana masjid yang digelapkan.

Selain itu, Terdakwa dan keluarga, juga menyerahakan uang Rp 82 juta sebagai pengganti kepada pengurus masjid.

Hal ini disampaikan oleh tiga orang saksi diantaranya, Abdul Rahma, Ketua Pengurus Masjid, Muhammad, Sekretaris dan Imran, Pemimpin Musyawarah Pemilihan pengurus di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin(21/9/2020).

Dalam persidangan secara virtual itu, Abdul Rahman mengatakan bahwa terdakwa telah mengembalikan sebagian dari kerugian masjid yang di gelapkan oleh terdakwa.

Diantaranya sertifikat tanah dan rumah, jika di tafsirkan senilai Rp 293 juta dan uang senilai Rp 82 juta.

“Tanah itu harganya sudah di tafsir oleh juru tafsir senilai Rp 293 juta. Sehingga masih ada kekurangan lagi,”kata Abdul Rahman.

Abdul Rahma menyampaika bahwa dari hasil keterangan yang disampaikan oleh terdakwa kepada pengurus masjid, uang yang digelapka oleh terdakwa digunakan untuk keperluan pribadi sehari-hari.

“Pastinya untuk apa, kami tidak tahu, dia hanya menyampaikan untuk keperluan pribadi,”ucapnya.

Ditempat yang sama, pemimpin musyawarah pemilihan pengurus masjid Imran menyampaikan dirinya yang melaporkan kejadian ke kepoisian ini berdasarkan dua laporan uang kas masjid yang dinilai janggal atau menurun drastis.

“Tanggal 2 Mei 2019, saldo sebesar Rp 653 juta, tetapi seminggu kemudian tanggal 9 Mei 2019 menurun Rp 44 juta, tanpa ada penjelasan pengeluaran lainnya,”paparnya.

Imran mengatakan saldo itu dilihatnya di papan pengumuman masjid setiap jumatnya. Tetapi penurunan drastis saldo tidak disebutkan dalam papan pengumuman.

“Dengan kejanggalan ini dirinya melihat pengurus mesjid tidak ada memberikan pengumuman kepada masyarakat bagaimana pengeluaran uang kas masjid,”sebutnya.

Mendengar itu, Ketua Majelis Hakim, M Djauhar Setyadi, serta didampingi oleh Majelis Hakim anggota Awani Setiyowati dan Sacral Ritonga menunda persidangan dengan memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi lainnya.

Diketahui bahwa dari dakwaan JPU, total uang Kas Masjid Raya Sultan Riau yang sudah terdakwa pergunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa sejak bulan Januari tahun 2015 s/d bulan Mei tahun 2019 adalah sebesar Rp.617.235.000.

Perbuatan terdakwa melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Penulis:Roland

Comments
Loading...