Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Prioritaskan Anak Daerah Bekerja, Apri Teken MoU Dengan 15 Perusahaan

Bupati Bintan Apri Sujadi saat melakukan penandatanganan MoU Kerja sama Rekrutmen Tenaga kerja dari Putra dan Putri Bintan di sejumlah Perusahaan di Bintan.

PRESMEDIA.ID,Bintan-Prioritaskan penyerapan tenaga kerja anak daerah Bintan, Pemerintah kabupaten Bintan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan 15 perusahaan besar di Kawasan Industri Lobam Kecamatan Seri Kuala Lobam Senin (21/9/2020).

Melalui nota Kesepahaman itu, Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, kesepahaman dengan sejumlah perusahaan itu, sebagai bentuk komitmen dalam mempritaskan putra dan putri daerah, untuk bekerja di perusahaan yang ada di Kabupaten Bintan.

“Hari ini kita melakukan MoU dengan memberikan laluan yang proporsional dan profesional bagi tenaga kerja tempatan,” ujar Apri di Auditorium Lantai 3 Wisma Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), Lobam.

Dengan MoU ini lanjutnya, pelamar tidak harus langsung mendatangi perusahaan yang membuka lowongan kerja (loker), melainkan cukup menemui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bintan.

Selanjutnya, petugas instansi tersebut yang akan memfasilitasi pelamar kerja ke perusahaan-perusahaan yang membutuhkan. Sehingga dipastikan pelamar lokal akan didahulukan.

“Ini menjadi kesempatan dan peluang besar bagi anak-anak Bintan untuk memperoleh pekerjaan serta berpartisipasi membangun daerah melalui dunia kerja,” jelasnya.

Apri menjelaskan bahwa bentuk MoU yang dilakukan akan ada beberapa regulasi yang mengatur terkait kebutuhan tenaga kerja. Diantaranya Pemkab Bintan dan perusahaan akan saling memberikan informasi, baik terhadap pelatihan tenaga kerja maupun informasi kebutuhan tenaga kerja itu sendiri.

“Ke 15 perusahaan yang telah menandatangani MoU itu adalah PT BIIE, PT CCI Bintan, Peper Fuch Bintan, PT SBP, PT ESCO, PT AMC, PT Bionesia, PT Cedar, Centrotec, I-Pex, IS Premier, Singatac, Sanden, YEB serta PT A & One,” sebutnya.

Sementara itu, Kadisnaker Bintan, Indra Hidayat mengatakan untuk mendukung MoU tersebut pihaknya menggesa aplikasi sistem layanan pencari kerja atau aplikasi siLancar. Sistem ini dibangun dan terintegrasi untuk memecahkan persoalan tenaga kerja lebih terukur.

Dengan adanya siLancar, maka pencari kerja yang ingin mendapatkan kartu kuning atau kartu tanda pencari kerja atau AKI tidak perlu lagi ke kantor Disnaker melainkan dapat lewat online.

“Beberapa kemudahan akan kita buat. Dengan adanya MoU ini, maka para tenaga kerja lokal bisa langsung ke Disnaker, dan akan kita informasikan mana perusahaan yang membutuhkan. Lalu kita juga sedang menggesa aplikasi Si Lancar, dan kita targetkan agar akhir tahun ini, aplikasi sudah selesai dibangun dimana nantinya para pencari kerja hanya tinggal submit, dan langsung mendapatkan informasi dan layanan tenaga kerja yang dibutuhkan,”ucapnya.

Penulis:Hasura

Comments
Loading...