Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

APBD-P Tanjungpinang Turun, Rahma Alihkan Belanja Daerah ke OPD Tangani COVID-19

Wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Wali kota Tanjungpinang Hj.Rahma mengatakan, Pemerintah Kota Tanjungpinang tetap menjaga konsistensi visi dan misi dalam anggaran plafon prioritas program daerah guna mewujudkan pembangunan dan ekonomi yang berkelanjutan, demi kesejahteraan masyarakat.

Hal itu dilakukan dengan upaya-upaya pemerintah daerah untuk mengelola fiskal dengan sebaik-baiknya melalui peningkatan pendapatan asli daerah secara maksimal dan terus berupaya melakukan perbaikan kinerja penyerapan anggaran. Hal itu dikatakan Rahna pada Rapat paripurna Penandatanganan KUA-PPAS Perobahan APBD-2020 di DPRD Tanjungpinang, Rabu (23/9/2020).

Secara garis besar hasil pembahasan KUPA dan PPAS Perubahan APBD 2020 kata Rahma, target PAD Kota Tanjungpinang pada Perobahan APBD 2020 mengalami penurunan dari semula sebesar Rp.1,002 Triliun menjadi Rp.981,24 Milyar.

“PAD Daerah di perobahan APBD 2020 juga mengalami penurunan dari Rp.150,42 Milyar sebelum pembahasan menjadi Rp.121,905 Milyar atau turun 18,92 persen,”ujarnya.

Dana perimbangan pusat keaderah yang semula Rp.778,81 Milyar menjadi Rp.751,39 Milyar atau turun 3,52 persen.

Namun untuk dana lain-lain pendapatan daerah yang sah mengalami kenaikan yang semula Rp.73,53 Milyar menjadi Rp.107,89 Milyar dengan kenaikan 46,72 persen.

Target pendapatan ini kata Rahma, telah disusun berdasarkan kondisi terkini, khususnya PAD daerah yang tentunya dengan memperhitungkan perkembangan potensi pajak dan Retribusi dalam satu semester serta perkiraan asumsi makro, pertumbuhan rasio perpajakan daerah, pertumbuhan ekonomi dan tingkat inflasi 2020.

Selanjutnya untuk secara keseluruhan belanja daerah mengalami penurunan yang semula sebesar Rp.1,050 Triliun menjadi Rp.1,045 Milyar atau turun 0,50 persen pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 yang terdiri dari belanja tidak langsung semula sebesar Rp.443, 88 Milyar menjadi Rp.513, 86 Milyar naik 15,77 persen.

“Kenaikan ini adalah dalam rangka penanganan Covid-19 pada belanja tidak terduga, sedangkan untuk belanja langsung semula Rp.607,08 Milyar menjadi Rp.531,87 Milyar atau turun 12,39 persen.

Sedangkan sisa lebih perhitungan anggaran tahun 2019 (SILPA) berdasarkan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan sebesar Rp.64,49 Milyar

Alihkan Belanja Daerah ke OPD Tangani COVID-19

Rahma juga menambahkan dari sisi belanja daerah ada beberapa hal yang perlu ditekankan terkait perubahan yang menjadi kebijakan penganggaran pemerintah kota Tanjungpinang.

Dengan kondisi kota Tanjungpinang yang ditetapakan sebagai zona Merah COVID-19 maka pemerintah akan lebih mengarahkan kebijakan melalui prioritas program pada OPD dalam upaya penanganan COVID-19.

Kebijakan tersebut dituangkan pada belanja tidak terduga untuk mengakomodir pembayaran dana penanganan COVID-19, begitu juga belanja langsung terhadap dukungan ketahanan dalam penanganan COVID-19.

Program ini dilakukan untuk pemulihan ekonomi masyarakat peningkatan program di bidang penerangan jalan serta sarana dan prasarana di bidang lingkungan serta persampahan dan mengakomodir usulan kegiatan yang menjadi prioritas daerah pada APBD Perubahan.

Rahma juga berharap agar rancangan KUPA dan prioritas dan plafon perubahan APBD Kota Tanjungpinang Tahun Anggaran 2020 yang telah dihasilkan dari hasil pembahasan yang akan membawa kemajuan dan kesejahteraan rakyat Kota Tanjungpinang.

Penulis:Roland/Redaksi 

Comments
Loading...