Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
DPRD Lingga
Bhayangkara 74

Tidak Ditahan, Dua Tersangka Korupsi RSUD Lingga Bebas Berkeliaran

Ilustrasi Korupsi

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Dua Tersangka dugaan korupsi Rp.555 juta dana pemeliharaan dan perawatan RSUD Lingga hingga saat ini bebas dan tidak dilakukan penahanan oleh Jaksa.

Kedua tersangka yang masih bebas itu adalah tersangka dr.Asri Wijaya mantan Direktur RSUD Dabo Singkep dan tersangka Satria Ngawan selaku orang yang diperintahkan direktur melakukan pekerjaan.

Bebas dan tidak ditahanya ke dua tersangka korupsi Lingga itu diketahui dari pelimpahan Bekas ke dua tersangka ke PN Tipikor Tanjungpiunang.

Humas Pengadilan Negeri (PN), Tanjungpinang, Eduard P Sihaloho juga membenarkan dua tersangka dugaan korupsi dana pemeliharaan dan perawatan RSUD Dabo Singkep, Kabupaten Lingga tidak dilakukan penahanan saat berkasnya dilimpahkan kejaksaan Negeri Dabo Singkep.

“Dari data administrasi BAP-nya kedua terdakwa tidak ditahan mulai dari penyidikan sampau ke penututan,” kata Eduard saat di temui di PN Tanjungpinang, Kamis(24/9/2020).

Berkas perkara ke dua terdakwa kata Eduard, diteriman PN Tanjungpinang dengan registrasi perkara nomor 8/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Tpg atas nama terdakwa dr.Asri Wijaya. dan nomor 9/Pid.Sus-TPK/2020/PN Tpg atas nama terdakwa Satria Nagawan.

“Untuk penetapan ditahan atau tidak oleh Majelis Hakim yang menyidangkan nantinya pada persidangan perdana,” kata Eduward lagi.

Sementata itu, Majelis Hakim yang akan menyidangkan, telah di tetapkan oleh Ketua PN Tanjungpinang, ketua Majelis Hakim, M Djauhar Setyadi, didampingi oleh Majelis Hakim anggota, Yon Efri dan Suherman.

“Sidang perdana hari selasa, tanggal 29 September 2020,”pungkasnya.

Ditempat terpisah, Kepala seksi pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Lingga Parlaungan Tobing SH juga membenarkan tidak ditahanya kedua terdakwa korupsi dana pemeliharaan RSUP Lingga itu dari sejak Penyidikan.

“Saat itu tidak ditahan, karena pandemi COVID-19, dan rutan juga tidak menerima tahanan titipan. Selain itu, kedua terdakwa juga kooperatif dan nilai kerugian Korupsinya juga sudah dikembalin,”ujarnya saat di konfrimasi.

Terkait dengan pelimpahan dan sidang, Parlaungan menyerahkan sepenuhnya pada Majelis Hakim, karena kewenangan penahanan saat ada pada majelis Hakim.

Penulis:Roland

Comments
Loading...