Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Dituntut 20 Tahun, 4 Terdakwa Narkoba Jambi Dihukum Hanya 2 Tahun Penjara

Diputus dalam sidang Virtual, 4 Terdakwa narkoba asal Jambi divonis hanya 2 Tahun Penjara.

PRESMEDIA.ID, Tanjungpinang- Empat terdakwa narkoba asal Jambi di hukum terbukti menyalahgunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri, masing-masing di hukum 2 tahun penjara. Keempat terdakwa itu adalah Panji Prabowo, Wagiran, Panji Prabowo dan Arta Van Yukni.

Putusan ini di bacakan secara virtual Majelis Hakim, Eduard P Sihaloho didampingi Hakim anggota Bungaran Pakpahan dan Corpioner di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis(24/9/2020).

Dalam amar putusannya, Eduard menyatakan keempat terdakwa terbukti bersalah telah menyalahgunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri sebagai mana melanggar dakwaan ketiga Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Menjatuhkan hukum kepada keempat terdakwa, dengan hukuman 2 tahun penjara,”kata Eduard.

Mendengar itu, keempat terbuka yang didampingi oleh Penasehat Hukumnya, A Nur menyatakan menerima.

Putusan ini, lebih ringan dari tuntutan Jaksa penuntut umum Mona Amalia SH yang sebelumnya menuntut keempat terdakwa dengan tuntutan 20 tahun penjara denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan.

Atas putusan itu, Jaksa Penuntut Umum Mona Amalia menyatakan pikir-pikir.

Diluar persidangan, Eduard menyebutkan majelis hakim menjatuhkan hukuman 2 tahun penjara kepada keempat terdakwa melalui pertimbangan dan fakta di persidangan.

“Kedua terdakwa ini berteman, jarak penjemputan mobil sekitar 150 KM, diberi upah Rp 500 ribu dan sama diberi untuk menggunakan sabu. Tetapi mereka tidak mengetahui ada narkoba yang disimpan dilantai mobil yang sudah di modifikasi,”ungkap Eduard.

Lebih lanjut, Eduard menerangkan, kedua terdakwa Panji dan Wagiran merupakan penyalahguna narkoba yang dimanfaatkan oleh Juri dan Eko yang dijaikan polisi sebagai (DPO). Dan Mobil yang di jemput itu berasal dari Tanjungpinang untuk dibawak ke Jambi.

“Kalau dilihat dari barang bukti narkotika sebanyak itu tidak seperti ini biasanya, dan upah-nya tidak hanya Rp 500 ribu,”jelasnya.

Selanjutnya untuk terdakwa Rendi, orang pengantar Eko (DPO) adalah berkebun sawit. Tetapi pada saat sampai, Rendi di suruh oleh Eko untuk menyetop mobil, sedangkan Eko menelepon dengan jarak yang cukup jauh. Sehingga pada saat polisi menangkap Rendi, selanjutnya Eko kabur kedalam kebun sawit.

“Terdakwa Rendi tidak dijanjikan uang dan mengaku tidak mengerti, saat Eko kabur tengah malam,”jelasnya.

Sedangkan terdakwa Arta, diminta sepupunya yang ditahan di Lapas Tungkal Hulu dengan perkara narkotika untuk mengembil mobil dan membawanya kerumah temannya, yang selanjutnya diantarkan besok harinya.

“Terdakwa tidak ada diupah dan tidak ada diberitahu ada sabu-sabu didalam mobil. Sampai dikantor Camat, terdakwa ditangkap,”ungkapnya lagi.

Dari hasil tes urine di Polres Tanjungpinang, keempat terdakwa dinyatakan positif narkoba jenis sabu. Begitu juga dengan pengakuan keempat terdakwa yang mengaku, sebelumnya juga menggunakan narkoba sabu.

Penulis:Roland

Comments
Loading...