Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Krisis Lahan pemakaman, Masyarakat Binut Temui Ketua DPRD Kepri

Warga Tanjung Uban Bintan Utara saat menemui Ketua DPRD Kepri

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Krisis lahan pemakaman membayangi Kecamatan Tanjunguban, Kabupaten Bintan. Saat ini, lahan makam yang ada sudah penuh terisi. Keluarga yang berduka, harus kerepotan mencari lahan makam. Hal itu terungkap dalam pertemuan tokoh masyarakat dan pemuka agama Tanjunguban dengan ketua DPRD Kepri di kantor DPRD Kepri.
“Saat ini,lahan sudah habis.Bahkan, kemarin, ada yang mau dimakamkan, harus minta ijin dimakamkan di dalam satu lahan yang sama,” kata Indra Setiawan,Kamis (11/7/2019).

Proposal pengajuan lahan makam baru sebenarnya sudah diusulkan oleh Pemkab Bintan. Namun, sayangnya, hingga saat ini masih terkendala tempat dan lahan hutan lindung disekitar Tanjunguban. Setidaknya dibutuhkan sekitar tiga hektar lahan makam baru untuk kebutuhan 35 tahun kedepan. “Kemarin sudah diajukan, tapi sampai sekarang masih belum ada,” kata Indra lagi.

Tak hanya soal makam, mereka mempertanyakan ditutupnya jurusan Pariwisata di SMK 1. Padahal, kelas, guru pengajar sudah ada disana. “Seharusnya jurusan pariwisata ini dikembangkan.Tidak ditutup,”kata ketua Komite Sekolah Achmad Umar.

Bintan, sambung Umar, merupakan kawasan pariwisata. Maka dari itu, kedepan tentunya dibutuhkan tenaga-tenaga professional yang paham akan pariwisata. Lewat pendidikan kejuruan, nantinya tercipta tenaga-tenaga profesional.

Pelayanan RSUD Tanjunguban juga dikeluhkan warga. Menurut Indra, tenaga medis, tenaga perawat dan obat-obatan sangat minim di RSUD milik pemprov ini. Akibatnya, pelayanan kepada masyarakat menjadi lambat. “Kami ingin DPRD meninjau lagi pelayanan disana. Sehingga, nantinya pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal,” kata Indra.

Menanggapi tiga masalah ini, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak berjanji menuntaskan masalah ini segera. Untuk lahan makam, Jumaga akan meneruskan kepada Pemprov Kepri untuk membebaskan lahan makam baru.

“Karena ini penting, nanti akan Saya mintakan segera untuk Pemprov segera menindaklanjuti. Karena bagaimanapun, ini hal yang sangat penting,” kata Jumaga. Soal jurusan Pariwisata yang ditutup, Jumaga menjanjikan akan segera menanyakan hal ini langsung kepada DInas Pendidikan.

Kepri sebagai daerah tujuan pariwisata terbanyak ketiga se-Indonesia tentunya membutuhkan ahli-ahli yang memahami masalah pariwisata. Untuk mencetak tenaga ahli tersebut, dibutuhkan banyak lembaga pendidikan, bukan malah menutup. “Bila perlu kita menambah fakultas pariwisata di Kepri ini.Bahkan saya dengar di Jogja sudah ada S-3 jurusan pariwisata,”kata Jumaga.

Terakhir, untuk pelayanan RS tanjunguban, pihaknya akan memanggil jajaran manajemen untuk mengetahui masalah yang ada .”Sehingga, kami bisa mengetahui, apa masalahnya yang membuat pelayanan tidak maksimal,”tutupnya.(Presmed)

Comments
Loading...