Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

Penuhi Panggilan Penyidik, Bobby Jayanto Siap Lahir Batin Diperiksa Sebagai Tersangka Hari Ini

Tersangka Bobby Jayanto Saat tiba di Satreskrim Polres Tanjungpinang.(Presmed)

PRESMEDIA.ID.Tanjungpinang-Ketua DPD Partai Nasdem Bobby Jayanto, kembali mendatangi Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan rasis dan diskriminasi ras dan etnis hari ini Senin,(26/8/2019).

Dengan mengenakan baju kemeja lengan pendek berwarna biru, dipadu dengan celana kain hitam, kaca mata dan Tas kecil di tangan, Tersangka Bobby Jayanto tiba di Mapolres Tanjungpinang sekitar pukul 10.00 Wib, didampingi satu orang pengacaranya.

Kepada media yang menyapanya, Bobby Jayanto mengatakan, Dia datang untuk memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang untuk diperiksa sebagai tersangka. Bobby juga mengaku, sudah siap lahir dan batin diperiksa sebagai tersangka atas kasus pidana yang disangkakan Kepadanya.

“Hari ini saya datang untuk diperiksa sebagai tersangka. saya siap lahir dan batin,”ujar Bobby singkat, sambil berlalu masuk kedalam ruangan penyidik.

Dari pantuan media Satreskrim Polres Tanjungpinang, selain didampingi pengacaranya, Bobby Jayanto juga didampingi oleh sejumlah elit politik dari partai Nasdem Kota Tanjungpinang serta sejumlah caleg terpilih DRPD kota Tanjungpinang.

Sebelumnya, Satreskrim Polres Tanjungpinang telah mengagendakan pemanggilan tersangka Boby Jayanto untuk diperiksa tersangka dalam kasus dugaan rasis dan diskriminasi. Agenda pemanggilan Bobby Jayanto untuk dimintai keterangan sebagai tersangka.

Sampai berita ini diunggah Bobby Jayanto masih menjalani pemeriksaan di ruangan penyidik Tipiter Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Efendi Alie mengatakan, kendati ada wacana penghentiaan proses hukum penyidikan dugaan tindak pidana rasis dan diskriminasi ras dan Etnis tersangka Bobby Jayanto, atas adanya pertemuan tersangka Bobby Jayanto, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan anggota Polda lainya, dengan 4 Ormas pelapora, proses pemerikasaan yang bersangkutan sebagai tersangka sebagai mana yang diagendakan akan tetap dilaksanakan.

“Penghentiaan atas pertemuan semalam itu baru wacana, dan sampai saat ini belum dilakukan dan masih dalam berproses. Mengenai stastus hukum Bobby Jayanto juga, hingga saat ini masih tetap sebagai tersangka dugaan rasis dan diskriminasi ras dan Etnis, dan agenda pemeriksaanya juga akan dilakukan,”sebutnya.

Sekedar mengingatkan, sebelumnya Polres Tanjungpinang menetapkan Bobby Jayanto tersangka kasus dugaan rasis dan diskriminasi. Penetapan tersangka Bobby Jayanto didasarkan dua alat bukti yang sah dari peyidikan dan gelar perkara yang telah dilaksanakan Polisi.

“Dari gelar perkara yang kami lakukan, dan atas alat bukti dari penyidikan, Unsur melawan hukum perbuatanya terpenuhi, hingga yang bersangkutan (Bobby-red) kami ditetapkan sebagai tersangka dugaan kasus rasis dan diskriminasi,”ujarnya pada wartawan di Tanjungpinang,Kamis,(22/8/2019) lalu.

Tersangka Bobby Jayanto, lanjut Alie, disangka melanggar Pasal 16 Jo Pasal 4 ayat 2 huruf B Undang-undang Nomor 40 Tahun 2018 tentang Rasis dan Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Ketua DPD Nasdem Tanjungpinang Bobby Jayanto tersandung kasus dugaan rasis dan diskriminasi ras dan etnis atas pidatonya dalam bahasa Tionghoa, yang menyatakan, “Keuntungan kita memilih sesama Etnis, bisa bekerja untuk kita, sebaliknya kalau milih orang Kulit Hitam tidak mungkin mereka mau bantu kita etnis Tionghoa,”. Hal itu diduga dikatakan Bobby dalam acara sembahyang keselamatan di Pelantar II Tanjungpinang pada Sabtu.(8/6/3019) lalu.(Presmed6)

Comments
Loading...