Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Bobby Jayanto Sebut Wacana SP3 Kasusnya Diinsiasi Melayu Raya ke Wakapolda Kepri, Ari Sunandar Membantah

Bobby Jayanto Saat menggelar Press Rilies Dengan Wartawan di Tanjungpinang.(Presmed)

PRESMEDIA.ID.Tanjungpinang- Wacana Penghentian kasus dugaan rasis dan diskriminasi dengan tersangka Bobby Jayanto ternyata diinsiasi Ormas Melayu Raya kepada Wakapolda Kepri. Hal itu diungkapan Bobby Jayanto pada sejumlah Media ketika menggelar press rillis terkait wacana pengehentiaan kasusnya di Polres Tanjungpinang, Sabtu,(24/8/2019).

Bobby Jayanto mengatakan bahwa pertemuan dirinya dengan Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri, di fasilitasi Korwil Melayu Raya Tanjungpinang Aris Munanda. Dan dalam pertemuan itu, juga ada Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali dan sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) seperti Melayu Raya, Lembaga Adat Melayu (LAM) Tanjungpinang, Gagak Hitam dan lainnya.

“Saat itu saya baru sampai dari Jakarta, ditelpon oleh Ketua Melayu Raya Bung Ari, bahwa Wakapolda hari itu, (Jumat,23/8/2019-red) sholat Jumaat di Tanjungpinang. lalu Melayu Raya mengatakan kalau ingin bertemu beliau (Wakapolda-Red) ada di Tanjungpinang dan jangan keman-mana,”sebut Bobby.

Pada Jumat itu, lanjut Bobby, setelah Wakapolda sholat, mereka bertemu dengan Wakapolda Kepri sesuai dengan yang diagendakan Melayu Raya dikantor sekretariat Melayu Raya tersebut.

Baca Juga

Bobby menjelaskan, bahwa didalam pertemuan itu, ia menyampaikan secara langsung permintaan maaf serta mohon beri-ribu maaf, terkait kesalahannya yang tidak disengaja tersebut. Sehingga ada arahan dari Polda Kepri dengan pertimbangan yang pertama supaya Kepri lebih kondusif dan aman. Karena seperti diketahui, terkait adanya kerusuhan di luar Kepri.

Lebih lanjut, Bobby Jayanto menyampaikan pertimbangan yang kedua, bahwa di tahun 2020 Kepri akan mengadakan Pilwagub, sehingga pelu sama-sama menjaga seluruh elemen masyarakat agar tidak terprovokasi dengan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pertimbangan ketiga, karena yang melapor sudah mencabut laporan dan sudah ada perdamaian begitu juga beberapa LSM yang mendampingi seperti Gagak Hitam dan Cindai mereka tidak ada keberatan,”ucapnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pertimbangan hukum yang diberikan oleh Wakapolda Kepri, mengingat karena pelantikan DPRD Provinsi tanggal 9 September 2019. Tetapi dirinya tidak berani menyimpulkan apakah kasus yang menjerat dirinya itu apakah akan dihentikan atau tidak.

“Saya tidak berani menyimpulkan itu, saya merasa diri saya sudah dihukum dan saya terima ini semua dalam 3 bulan ini hidup saya ini tidak tenang,”katanya.

Menurutnya kalau memang ini tetap dilanjutkan sesuai dengan undang-undang yang berlaku dirinya juga sudah mendapat status tersangka dan tidak dilantik, dirinya harus menerima seperti air mengalir saja.

Lebih jauh dikatakan, atas palaporan dirinya ke Polisi, juga sudah disampaikanya kepada pimpinan DPP Partai Nasdem Pusat. Dan oleh DPP Nasdem menyarakan, agar kasus dan permasalahanya tersebut dapat diselesiakan dengan baik.

“Apa apa maunya masyarakt diselesiakan saja, dan inilah yang sedang saya upayakan selama ini,”ujarnya.

Dikonfrimasi terpisah, Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) Melayu Raya kota Tanjungpinang Ari Sunandar membenarkan pihaknya yang menelphon Bobby Jayanto, Jika ini bertemua dengan Wakapolda Kepri saat. Hal itu kata Ari, didasari dari keinginan Bobby yang ingin bertemu dan bersilaturahi dengan Wakapolda Kepri tersebut.

“Saya telephond dia dan bilang ada Wakapolda di Tanjungpinang ini, Kalau mau ketemu, jangan keman-mana nanti saya hubungi. Jadi kami hanya memfasilitasi untuk silaturahmi,itu aja. Karena dia (Bobby Jayanto-red) yang meminta, kapan mau ngobrol dan duduk dengan pak Wakapolda, dan kami siapkan tempat, itu aja,”sebut Ari Sunandar pada PRESMEDIA.ID, Senin,(26/8/2019).

Mengena tujuan Bobby bertemu dengan Wakapolda Kepri saat itu, dikataka Ari awalnya tidak ada kaitanya dengan penghentiaan kasus, tetapi lebih kepada mendudukan perkara ucapanya yang diduga mengandung Rasis itu dengan LAM, LSM ormas dan element masyarakat lainya, dan yang memanggil LAM dan ormas saat itu adalah Bobby Jayanto.

Sedangkan mengenai pebicaraan wacana penghentiaan penyidiakan kasus, dikatakan Ari, pihaknya tidak ikut mencampuri hal tersebut, dan Melayu Raya Tanjungpinang hanya menyiapkan tempat saja kendati diakui saat acara itu dirinya juga berada disana.

“Jadi kalau dikatakan Melayu Raya yang menginisiasi wacana penghentiaan kasusnya itu tidak betul,”sebut Ari lagi. (Presmed)

Comments
Loading...