Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Bunuh Teman Kencan,Terdakwa Seven Silitonga Didakwa Pasal Berlapis 

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Terdakwa Seven Anto Jimen Silitonga, pelaku pembunuhan teman kecannya, korban Miske Tan alias Cece di dakwa pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mona Amelia di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (29/9/2020).

Dalam dakwaannya, Mona Amalia mengatakan, terdakwa melanggar pasal 340 KUHP dalam dakwaan Primer, dan dakwaan dua subsider melanggar pasal 338 KUHPidana dan kedua Pasal 351 ayat (3) KUHPidana.

Dalam dakwaan, Jaksa menguraikan perbuatan pembunuhan yang dilakukan terdakwa, yang diawali pada saat terdakwa dalam keadaan mabuk dan mengendarai sepeda motor merek Honda Revo warna biru dokter BP 2375 GT, menemui korban didepan Hotel Sampurna jalan Bintan Tanjungpinang pukul 02.00 WIB, Jumat (15/5/2020) lalu

“Disana terdakwa bertemu dengan korban yang sedang mangkal bersama temannya,”kata Mona.

Saat bertemu lanjut Mona, terdakwa dan korban sempat berkomunikasi mengenai biaya dan tarif kencan. Setelah sepakat, selanjutnya terdakwa membayar tarif kencan yang disepakati Rp 200 ribu.

“Uang diterima korban kemudian korban di bonceng terdakwa dengan motor ke kedai milik terdakwa di jalan Pantai Impian,”ujarnya.

Sesampainya di warung kopi milik terdakwa, kedunya langsung masuk kedalam kamar bersama korban. Di dalam kamar, terdakwa mengeluarkan uang sebesar Rp.900 ribu dari dalam saku celana dan masukan kedalam kantong plastik warna hitam beserta Rokok dan diletak didalam kardus minuman Sanford di atas speaker atau pengeras suara kedai terdakwa.

“Selanjutnya, terdawka berbaring dan tidur bersama korban,”ujar jaksa.

Namun secara diam-diam, korban mengambil kantong plastik berisi uang milik terdakwa. Dan saat korban mengambil uang tersebut, terdakwa terbangun dan melihatnya.

Melihat kejadian itu, terdakwa memarahi korban, hingga akhirnya korban dan terdakwa cekcok. Dan korban berlari keluar membawa kantong plastik hitam milik terdakwa.

Mengetahui hal itu, terdakwa langsung mengambil sebuah Martil (Palu besi-red) yang terletak disamping tembok kamar tidur dan mengejar korban.

Saat dikejar, korban dan terdakwa berkelahi yang mengakibatkan baju korban ditarik oleh Terdakwa, hingga korban.

“Saat itu, korban mencakar kelopak mata sebelah kiri terdakwa, sehingga terdakwa marah dan langsung memukul korban dengan martil dibagian mata sebelah kiri,”ujar Jaksa.

Karena kesal, Terdakwa juga memukul wajah korban bagian depan sebelah kanan dengan martil yang besi dibawanya, yang memgakibatkan korban tersungkur.

Setelah tersungkur, terdakwa kembali memukul kepala korban secara berulang kali, hingga akhirnya korban kritis dan terdakwa membuang martil yang digunakan ke laut.

Usai membantai korban, selanjutnya Terdakwa membuang jazas korban ke laut, dengan maksut menghilangkan jejak dan pembunuhan yang dilakukan.

Mendengar hal itu Ketua Majelis Hakim M Djauhar Setyadi, didampingi oleh Majelis Hakim anggota, Corpioner dan Bungaran Pakpahan menunda  persidangan selama satu pekan, dengan memerintahkan JPU untuk menghadirkan saksi.

Penulis:Roland 

Comments
Loading...