Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Terganjal Hutan Lindung, Pemprov Kepri Janji Upayakan Listrik Kampung Tirto Mulyo

Warga kampung Tirto Mulyo saat melakukan aksi demo menuntut kampungnya dialiri Listrik (Presmed5)

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Pemerintah provinsi Kepri berjanji, akan berupaya menyelesiakan persoalan listrik di Kampung Tirto Mulyo
Kelurahan Pinang Kencana Kecamatan Tanjungpinang Timur, kota Tanjungpinang.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepri Nilwan kepada warga kampung Tirto Mulyo, yang melakukan aksi demo di Kantor Gubernur provinsi Kepri, Senin,(26/8/2019).

“Bapak, ibu tenang. Kami akan berupaya masalah ini dapat segera diselesaikan. Agar Kampung Tirtomulyo dapat secepatnya dialiri listrik,”kata Nilwan pada warga.

Kepada warga, Nilwan juga meminta, perwakilan warga agar dapat juga berkonsultasi dengan Ombudsman Kepri terkait masalah tersebut. Karena secara aturan, kawasan perkampungan Tidto Mulyo tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Oleh karena itu, selain mengkonsultasikan hal ini dengan Plt.Gubernur. Pemerintah juga akan membawa permasalahan ini juga nantinya ke pemerintah pusat, hingga ada solusi yang diberikan,”ujar Nilwan.

Sebelumnya, ratusan masyarakat Kampung Tirtomulyo Kelurahan Pinang Kencana Kecamatan Tanjungpinang Timur berunjuk rasa di Kantor Gubernur Kepri,
Aksi tersebut dilakukan untuk memperjuangkan nasib tempat tinggal mereka yang hingga saat ini belum dialiri listrik.

Ketua RT Kampung Tirtomulyo, Mislam mengatakan, Kampung Tirtomulyo terletak di perbatasan Kilometer 15 arah Kijang antara Tanjungpinang dan Bintan. Hingga kini, kampung yang ditinggal 184 Kartu Keluarga (KK) belum dialiri listrik. Padahal pengajuan permohonan pemasangan listrik ke PLN sudah diajukan sejak 2004 lalu.

“Kami sudah mengajukan ini sejak 2004 lalu. Namun, sampai sekarang masih belum dipasangi listrik,”ujarnya.

Diceritakannya, pada 2007 lalu, Suryatati A Manan Walikota Tanjungpinang kala itu pernah membamgun jaringan listrik ke Kampung Tirtomulyo. Namun, setahun setelahnya pada 2008 jaringan tersebut dicabut kembali. Alasannya, karena lahan yang ditempati masyarakat merupakan kawasan hutan lindung.

“Pada saat itu Walikota sudah mengaminkan. Tapi, dicabut kembali dengan alasan hutan lindung,”katanya.

Bila dibandingkan dengan kampung seberang yang masuk kawasan Kabupaten Bintan, lanjut Mislam, kondisinya jauh berbeda dengan Kampung Tirtomulyo. Dimana, Pemerintah daerah cukup memperhatikan dengan membangun berbagi fasilitas daerah. Seperti jalan dan listrik.

“Padahal, posisinya jauh lebih dekat dengan waduk dan juga pastinya masuk kawasan hutan lindung,”tuturnya.

Oleh karena itu, dalam aksi unjuk rasa itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Provinsi Kepri dapat memberikan jalan keluar terhadap persoalan yang dihadapi warga tersebut.

“Jangan sampai nasib kami ini terus menerus menggunakan listrik curah yang rentan terkena masalah. Apalagi, hidupnya pun hanya pada malam hari saja,”ujarnya.(Presmed5)

Comments
Loading...