Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Diperiksa 4 Jam Sebagai Tersangka, Bobby Dimita Polisi Tunggu Tahapan Berikutnya†

Bobby Jayanto didampingi Pengacara, Kader dan simpatisanya dari Partai Nasdem juga hadir di Mapolres Tanjungpinang.(Presmed)

PRESMEDIA.ID.Tanjungpinang- Diperiksa kurang lebih 4 jam dengan 56 pertanyaan sebagai tersangka dugaan rasis dan diskriminasi ras, Bobby Jayanto tidak dilakukan penahanan oleh Polisi. Alasanya, hingga saat ini Polisi masih menunggu beberapa tahapan yang perlu dilalui terhadap wacana penghentian kasusunya atau penahanan pada tersangka.

Tersangka Bobby sebelumnya diperiksa sejak pukul 10.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB di ruang Tipiter Satreskrim Polres Tanjungpinang. Setelah 4 jam lebih diperiksa, Bobby Jayanto terlihat keluar dan pulang bersama kuasa hukumnya.

Kepada wartawan yang menunggunya, Bobby mengatakan setelah diperiksa dari pagi, peemeriksaanya baru siap siang,† dan proses pemeriksaan dikatakan semua lancar dan tidak ada masalah.

“Semuanya lancar-lancar dan tidak ada masalah, kita serahkan semua kepada penyidik,”ujar Bobby Jayanto pada wartawan saat keluar dari ruangan penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang,Senin(26/8/2019).

Ia juga mengatakan, terkait wacana SP3 kasusnya, sepenuhnya diserahkan pada Polisi selaku pihak yang berwenang dan menunggu petunjuk Polisi selanjutnya.††”Kita tunggu petunjuk selanjutnya, ini sudah ke tiga kali saya di periksa yang penting kita kooperatif,”katanya.

Ditempat yang sama, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Efendri Ali mengatakan, pemeriksaan Bobby Jayanto dilakukan sudah tiga kali, dan selama pemeriksaan, yang dikatakan selalu kooperatif memenhi panggilan penyidik.

“Prosesnya penyidikanya masih terus berlangsung, hari ini yang bersangkutan di periksa sebagai tersangka. Tiga kali dipanggil dalam proses penyelidikan dan penyidikan, yang bersangkutan selalu datang dan dalam pemeriksaan sebagai tersangka ini yang juga datang,”sebut Efendi Ali.

Ketika ditanya media mengenai penahanan tersangka serta wacana penghentian kasus Bobby, Efendi Alie mengatakan, hinga saat ini pihaknya masih melakukan beberapa tahapan-tahapan dan hal tersebut perlu dilalui hingga dilakukan penahanan atau penghentiaan proses kasus.

“Untuk proses itu, masih ada tahapan yang perlu dilalui dan mari sama-sama menunggu tahapan-tahapan tersebut itu,”ujar Efendi Ali tanpa menyebut tahapa yang dimaksud.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP.Efendi Alie mengatakan, adanya wacana penghentiaan proses hukum penyidikan dugaan tindak pidana rasis dan diskriminasi ras dan Etnis tersangka Bobby Jayanto. Hal itu didasari adanya pertemuan tersangka Bobby Jayanto, dengan Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan anggota Polda lainya, serta† 4 Ormas pelapora.

Namun penghentiaan proses hukum Bobby Jayanto itu, dikatak Ali baru wacana, dan sampai saat ini belum dilakukan dan masih dalam berproses. Status hukum Bobby Jayanto juga dikatakan† masih sebagai tersangka dugaan rasis dan diskriminasi ras dan Etnis.

Sebelumnya Polres Tanjungpinang menetapkan Bobby Jayanto sebagai tersangka kasus dugaan rasis dan diskriminasi. Penetapan tersangka Bobby Jayanto didasarkan dua alat bukti yang sah dari peyidikan dan gelar perkara yang telah dilaksanakan Polisi.

Tersangka Bobby Jayanto, disangka melanggar Pasal 16 Jo Pasal 4 ayat 2 huruf B Undang-undang Nomor 40 Tahun 2018 tentang Rasis dan Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Ketua DPD Nasdem kota Tanjungpinang Bobby Jayanto tersandung kasus dugaan rasis dan diskriminasi ras dan etnis atas pidatonya dalam bahasa Tionghoa, yang menyatakan, ďKeuntungan kita memilih sesama Etnis, bisa bekerja untuk kita, sebaliknya kalau milih orang Kulit Hitam tidak mungkin mereka mau bantu kita etnis Tionghoa,Ē.

Hal itu diduga dikatakan Bobby dalam acara sembahyang keselamatan di Pelantar II kota Tanjungpinang pada Sabtu.(8/6/3019) lalu.(Presmedia5)

 

 

Comments
Loading...