Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Subandi Mengaku Kenal dan Sempat Pekerjakan Korban Penipuan Masuk Satpol-PP

Kepala Kantor Satpol PP Provinsi Kepri Subandi.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kepala Kantor (Kakan) Satpol-PP provinsi Kepri Subandi mengaku kenal dan sempat mempekerjakan sejumlah anggota Satpol-PP yang diduga ditipu dan gajinya tidak dibayarkan. Hal itu akui Subandi pada wartawan di kantor gubernur provinsi Kepri,Senin,(26/8/2019).

Aris kata dia, disuruhnya ikut denganya, sedangkan Herman disuruh menjaga pintu masuk jembatan Dompak dengan mengunakan baju hitam putih. Namun demikian, Subandi balek bertanya, “Apakah saat bekerja itu keduanya ada SK sebagai THL dari BKD dan kepala Satpol-PP kantor Provinsi?. Kalau ada lanjutnay siapa yang memerintahkan.

“Betul, mungkin ada kerja, tapi ada tak SK mereka sebagai THL dari BKD atau Surat Perintah dari Kepala Satpol-PP,”ujarnya bertanya, pada wartawan.

Selain itu, dia juga mempersilahkan warga Tanjung Siambang itu melaporkan kasus penipuan masuk Satpol-PP dan tidak digaji tersebut ke Polisi, hingga permasalahan penipuan yang dituding melibatkan dirinya dapat segera diselidiki polisi. Demikian juga, tudingan kedekatan dirinya dengan Leman terduga penipu sejumlah warga, Subandi mengatakan, akan mengklarifikasinya ke Pelapor atau mau menuntut balik.

“Justeru itu, kalau dikatakan saya dekat dengan Leman. Saya juga ingin meminta klarifikasi sama si pelapor atau menuntut balik,”ujarnya.

Justeru lanjut Subandi, orang yang melaporkan tersebutlah yang memiliki kedekatan dengan Leman, dibandingkan dirinya karena pihak pelapor berani memberi dana kepada Leman.

“Ngapa nggak kasih ke saya, ngapa kasih Leman, justeru itu mereka lebih dekat,”sebutnya.

Mengenai puluhan juta dana yang diterima Leman dari korban, Subandi menegasakan, tidak menerima dana tersebut sepeser pun, apa lagi dalam hal penerimaan THL di Satapol-PP. Dan selain Aris dan Hherman, diakui Subandi, juga mengenal pada sejumlah orang yang mengaku ditipu Leman tersebut.

“Satu rupiah pun saya tidak terima, apa lagi dalam hal penerimaan anggota THL di Satpol-PP,”ujarnya.

Sebelumnya, dia warga Aris dan Herman melapor ke Polres Tanjungpinang karena mengaku menjadi korban penipuanoknum Pegawai Satpol-PP provinsi Kepri. Kedua korban ini, mengaku dijanjikan berkerja di Satpol PP Kepri apa bila menyerahkan sejumlah uang kepada terduga penipu Leman, yang selanjutnya akan diserahkan kepada oknum pejabat Satpol-PP Kepri,
Awalnya sebut Aris dirinya mau jadi Satpol-PP karena disuruh orang hingga, mau tidak mau ngikut kata orang tuanya. “Orang tua saya sudah menyerahkan uang pada tanggal 17 April 2017 sebesar Rp 13.500.000, supaya bisa berkerja di sana. Ada kwintasi juga sebagai bukti,”ujar Aris.

Atas pemberian dana itu, Aris mengaku sempat dipekerjakan dan diberi baju dinas Satpol PP. Saat itu Aris mengaku sempat ditempatkan berjaga di bundaran jalan Dompak Tanjungpinang beberapa bulan.

“Setelah masuk, si Leman iembali meminta sejumlah uang dari orang tua dan saya. Juga menggunakan kwintasi dengan jumlah Rp.1 juta dan ketiga Rp.2 juta. Kemudian tidak menggunakan kwintasi ada lagi sejumlah uang yang diminta, sehingga total jumlah seluruhnya mencapi Rp.25 juta,”jelasnya.

Aris menyebutkan, uang itu diberikan karena Leman menjanjikan supaya korban di pindahkan tugas ke dinas lain di Pemerintah Provinsi Kepri.

“Saya diiming-imingi dipindahkan ke dinas lain, namun selama 3 tahun tidak pernah menerima gaji dan kepastian,”katanya.

Korban lain, Herman juga mengatakan hal yang sama. Dan Herman mengaku sudah dipekerjakan selama 1 tahun sebagai honor di Satpol PP dan setiap bulan tidak mendapatkan gaji.

“Leman ini katanya tangan kanan pejabat di Satpol-PP Kepri,”ujar Herman.

Atas dasar itu Aris dan Herman melaporkan dugaan penipuan dan penggelapan yang diduga dilakukan Leman dan oknum pejabat di Satpol-PP provinsi Kepri tersebut ke Polisi.(Presmed7)

Comments
Loading...