Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Hakim PN Tanjungpinang, Biarkan Dua Terdakwa Korupsi RSUD Lingga Bebas Berkeliaran

Kasipidsus Kejari Lingga: "Mereka Beruntung"

Tidak ditahan, Hakim Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN-Tipikor) Tanjungpinang Biarkan dua terdakwa Korupsi Bebas Berkeliaran.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, membiarkan dua terdakwa korupsi dr.Asri Wijaya mantan Direktur RSUD Dabo Singkep dan supir Alias Wello terdakwa Satria Ngawan bebas berkeliaran.

Keduanya merupan terdakwa dugaan korupsi Rp.555 juta dana pemeliharaan dan pengecatan RSUD Ligga tahun 2018, yang tidak ditahan Jaksa dan Majelis Hakim, usai menghadiri sidang pembacaan dakwaan di PN Tanjungpiang, Selasa (29/9/2020).

Humas PN Tanjungpinang M.Sacral Ritonga SH mengatakan, tidak ditahanya ke dua terdakwa oleh majelis Hakim yang memeriksa perkara kedunya, karena sebelumnya dalam penyelidikan dan penyidikan di Kejaksaan daik Lingga juga tidak dilakukan penahanan.

“Keduanya terdakwa memang tidak ditahan, dan hal itu berangkat, sejak pada penyidikan maupun penututan keduanya juga tidak ditahan jaksa,”ujar M.Sacral pada wartawan.

Majelis Hakim lanjutya, beranggapan tidak serta merta kalau sudah dilimpahkan ke PN Tanjungpinang langsung dilakukan penahanan. Karena ada hal-hal tertentu yang memungkinkan untuk dilakukan penahanan sehingga dilakukan penetapan.

Sacral juga mengatakan, tidak harus semua perkara korupsi di tahan seperti perkara lain yang harus ditahan, Karena melihat situasi dari penyidikan dan penuntutan, sehingga majelis hakim belum melakukan penahanan.

“Karena nanti banyak koordinasi, apalagi dari Kabupaten Lingga,”katanya.

Menurutnya, terhadap dua terdakwa korupsi Lingga itu, untuk sementara dalam pemeriksaan Majelis Hakim berpendapat terdakwa yang datang dengan kooperatif tidak perlu dilakukan penahanan.

“Tetapi jika didalam pemeriksaan, majelis berpendapat bahwa harus ditahan, maka kewenanganya untuk menahan,”pungkasnya.

Ditempat yang sama,Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejaksaan Negeri Daik Lingga, Yosua Parlaungan Tobing mengatakan, alasan kedua terdakwa tidak dilakukan penahanan saat penyidikan dan Penuntutan karena Jaksa melihat waktu itu, kedua terdakwa kooperatif dan juga sudah ada pengembalian kerugian negara.

“Sehingga mereka juga wajib lapor kepada kami,”kata Yosua.

Selain itu lanjjtnya, pada saat penyidikan ke dua terdakwan, juga sedang terjadi wabah pansdemi COVID-19 dimana ada surat edaran dari Kementerian Hukum dan Ham tidak menerima penitipan tahanan.

“Jadi disitulah keberuntungan mereka, Nah ketika perkara sudah kami limpah ke PN, tentu hal itu menjadi kewenangan majelis Hakim untuk melakukan penahanan. Jadi Kalu ditanya kenapa tidak ditahan, itu saya tidak bisa menjawab karena sudah beralih ke majelis hakim,”ujarnya.

Sebelumnya, Dua terdakwa dugaan korupsi dana pemeliharaan RSUD Lingga 2018 dr.Asri Wijaya mantan Direktur RSUD Dabo Singkep dan supir Alias Wello terdakwa Satria Ngawan didakwa pasal tunggal  oleh Jaksa penuntut Umum di PN Tanjungpinang.

Dakwaan dibacakan Jaksa Penuntut Umum Josua Parlaungan Tobing SH dalam sidang yang dimpimpin Majelis Hakim M.Djauhar selaku Ketua, didampingi Hakim anggota, Yon Efri dan Suherman di PN Tanjungpinang, Selasa (19/9/2020).

Dalam dakwanya, Jaksa Penuntut Umum Josua mengatakan, Terdakwa Satria Ngawan merupakan PTT Lingga dan sebelumnya supir Bupati Lingga Alias Wello yang disuruh mantan Dirut RSUD Lingga dr.Asri Wijaya mengerjakan proyek kegiatan pemeliharaan dan pengecatan RSUD Lingga tahun 2018 yang merugikan Negara dan pemerintah kabupaten Lingga Rp.555 juta.

Ke dua terdakwa, didakwa dengan pasal 3 Jo Pasal 18 Undang- Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Penulis:Roland/Redaksi

Comments
Loading...