Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Kejari Terima SPDP Tersangka Bobby Jayanto Dalam Kasus Dugaan Rasis dan Diskriminasi

Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan negeri Tanjungpinang Riski Rahmatullah(Presmed)

PRESMEDIA.ID.Tanjungpinang-Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang mengtakan, telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) tersangka Bobby Jayanto, atas tindak pidana rasis dan diskriminasi ras, Kamis(22/8/2019) lalu.

Pepala seksi (Kasi) Intelijen Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Riski Rahmatullah mengatakan, SPDP penetapan tersangka atas nama Bobby Jayanto itu dikirimkan penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang ke Kejari Tanjungpinang dengan nomor B/080/Res.1.24/V/2019/Reskrim.

“Dalam surat itu, Bobby Jayanto disebut sebagai tersangka tindak pidana rasis dan diskriminasi ras,”ujar Riski saat di temui Kejari Tanjungpinang, Senin(26/8/2018).

Tersangka lanjut Riski, disangka melanggar Pasal 16 Jo Pasal 4 ayat 2 huruf B Undang-undang Nomor 40 Tahun 2018 tentang Rasis dan Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Baca Juga

Sesuai dengan KUHAP lanjut Riski, setelah SPDP dikirimkan penyidik, Kejaksaan tentu menunggu berkas perkara penyidikan yang dilakukan olej Polres, yang kemudian, jika Berkasnya sudah dilimpah, Jaksa yang ditunjuk akan meneliti kelengkapan formil dan materil dari hasil penyidikan kepolisia tersebut.

“Hasil penyidikan polisi ini akan digelar bersama-bersama seluruh jaksa di Kejari. Kami akan upayakan dinamika kelompok untuk menilai hasil penyidikan polisi, untuk menyatakan BAP perkatanya sudah lengkap atau tidak,”jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Riski, sesuai dengan mekanisme, setelah SPDP dikirimkan, penyidik harus segera menindak lanjuti dengan pengiriman berkas. Dan jika dalam waktu 30 hari tersebut Berkas perkaranya tidak dikirim ke Kejaksaan, Kejaksaan akan mengembalikan SPDP tersebut ke penyidik.

Sebelumnya Polres Tanjungpinang telah menetapkan Bobby Jayanto sebagai tersangka kasus dugaan rasis dan diskriminasi. Penetapan tersangka Bobby Jayanto didasarkan dua alat bukti yang sah dari peyidikan dan gelar perkara yang telah dilaksanakan Polisi.

Tersangka Bobby Jayanto, disangka melanggar Pasal 16 Jo Pasal 4 ayat 2 huruf B Undang-undang Nomor 40 Tahun 2018 tentang Rasis dan Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Ketua DPD Nasdem Tanjungpinang Bobby Jayanto tersandung kasus dugaan rasis dan diskriminasi ras dan etnis atas pidatonya dalam bahasa Tionghoa, yang menyatakan, “Keuntungan kita memilih sesama Etnis, bisa bekerja untuk kita, sebaliknya kalau milih orang Kulit Hitam tidak mungkin mereka mau bantu kita etnis Tionghoa,”.

Hal itu diduga dikatakan Bobby dalam acara sembahyang keselamatan di Pelantar II kota Tanjungpinang pada Sabtu.(8/6/3019) lalu.(Presmed5)

Comments
Loading...