Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Pandemi COVID-19, Jadi Alasan Jaksa Penanganan Korupsi BPHTB-BP2RD Mandek

Kepala Seksi pidana Khusus Kejaksaan negeri Tanjungpinang Aditya Rakatama.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang mengatakan, lambannya penanganan kasus dugaan korupsi BPHTB di BP2RD Tanjungpinang akibat pandemi COVID-19.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasipisdus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Aditya Rakatama mengatakan belum ditetapkanya tersangka dugaan korupsi BPHTB di B2RD Kota Tanjungpinang karena masih adanya 4 orang saksi dari luar kota yang belum dapat diperiksa akibat masa pandemi COVID-19 saat ini.

“4 orang saksi yang berada di luar kota itu belum dapat diperiksa karena mereka menolak untuk datang kesini akibat COVID-19,”ujar Raka, Rabu (30/9/2020).

Ia juga menjelaskan 4 orang saksi itu, berkaitan dengan aplikasi, karena aplikasi yang membuat adalah orang luar.

“Keterangan 4 saksi ini, dibutuhkan karena perbuatan kejahatan korupsi ini melalui aplikasi, hingga yang bisa menjelaskan adalah saksi ahli ynag tahu dan mengerti dengan aplikasi,”ujarnya.

Raka juga menyebutkan, sejumlah upaya, percepatan penuntasan Penyidikan dugaan korupsi BPHTB yang ditangani itu, juga terus diupayakan.

“Tapi karena dalam kondisi Pandemi ini, kita tidak bisa memaksakan diri kepada saksi untuk harus hadir. Tidak ada yang bisa menjamin kalau dijalan ada apa-apa, dan nanti yang disalahkan kita, kita sudah mengetahui kondisi itu,” ungkapnya.

Kejaksaan lanjut Raka, juga sudah mencoba cara lain seperti, pemeriksaan melalui email, tapi lagi-lagi kendalanya, adalah ketika saksi dibutuhkan, menunjukan dokumen dan barang bukti mereka.

Keinginan kejaksaan, kasus ini bisa cepat diusut tuntas, dan berharap pandemi ini selesai, hingga penyidik dapat mendatangi kesana untuk melakuka pemeriksaan beberapa saksi seperti di Bandung dan Surabaya.

“Karena pandemi kita memeriksa kesana tidak di beri izin oleh pimpinan,”jelasnya.

Penulis: Roland

Comments
Loading...