Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Hakim PN Tanjungpinang Vonis Bebas Terdakwa Narkoba 1 Kg

Sidang Terdakwa Narkoba di PN Tanjungpinang Berlangsung secara online.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Hakim PN Tanjungpinang memvonis bebas terdakwa Ardiansyah Alias Dian Bin Arfan Mahmud terdakwa pengedar dan pemilik Narkoba sabu 1 Kilo gram di PN Tanjungpinang.

Putusan dijatuhkan Majelis Hakim, Eduard P Sihaloho didampingi Hakim Anggota, Corpioner dan Bungaran Pakpahan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Kamis(1/10/2020).

Dalam putusannya, terdakwa Ardiansyah yang merupakan warga Pangkal Pinang provinsi Bangka, dinyatakan tidak terbukti bersalah melakukan perbuatan sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut umum melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Dan dakwaan kedua melanggar Pasal 114 ayat 2 Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Membebaskan terdakwa dan memerintah agar terdakwa segera dibebaskan dari tahanan setelah putusan ini dibacakan,”kata Eduard.

Dalam pertimbanganya, hakim juga mengatakan, sesuai fakta persidangan Hakim berpendapat terdakwa hanya dimintai tolong oleh Aceng (DPO) untuk menerima paket kiriman.

Terdakwa tidak mengetahui apa isinya, terdakwa juga tidak menanyakan apa isinya, Aceng tidak mau memberi tahu dan terdakwa tidak ada mendapat upah dan imbalan.

“Terdakwa ini kenal dengan Aceng 13 tahun lamanya dan Aceng sering memperbaiki mobilnya di bengkel terdakwa,”papar Eduard.

Eduard menegaskan, tidak ada alat bukti yang cukup menunjukkan atau membuktikan, terdakwa tanpa hak atau melawan hukum menerima narkotika sabu tersebut, dan hal itu ditambah dengan kurangnya alat bukti.

“Maka hakim berkeyakinan terdakwa tidak terbukti sebagaimana yang didakwakan JPU dalam dakwaan alternatif ke satu dan kedua,”ujarnya.

Selain itu, ujar Hakim dalam pertimbanganya, Penyidik Satres Narkoba Polres Tanjungpinang juga kurang sabar dan tidak berupaya untuk menangkap Aceng, yang menerima paket Lion Parcel tersebut, sehingga keberadaan barang tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan terhadap diri terdakwa.

“Karena dalam kenyataannya juga umumnya dalam masyarakat Indonesia yang hidup beragama dan beradat, Hidupnya saling tolong menolong, sehingga terdakwa telah dimanfaatkan oleh Aceng untuk mengambil barang yang didalamnya paket sabu,”ungkapnya.

Mendengar putusan itu, JPU, Mona Amelia yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan tuntutan 14 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan menyatakan pikir-pikir.

Sedangkan penasehat hukum terkdakwa A Nur menyatakan menerima putusan tersebut.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mona Amalia mendakwa Ardiansyah dengan dakwaan berlapis melanggar pasal 114 dalam dakwaan Primer, dan pasal 112 dalam dakwaan Subsider atas penerimaan kiriman narkoba sabu dari lion parcel dari Tanjungpinang ke Pangkal Pinang Bangka Belitung.

Terdakwa Ardianysah, diamankan Satres Narkoba Polres Tanjungpinang, atas pengiriman Narkoba dari lion Parcel Tanjungpinang.

Dalam penangkapan terdakwa, Anggota Satresnarkoba Polres Tanjungpinang melakukan Controlled Delivery of Drugs ke alamat tujuan paket guna menemukan penerima paket tersebut.

Kemudian pada hari Rabu tanggal 12 Februari 2020 pukul 11.00 WIB, terdakwa dihubungi oleh Aceng (DPO) untuk meminta terdakwa mengambil paket di rumah Hendra (DPO) di Jalan Fatmawati Gang Gabus Kecamatan Gebek Perumahan Viona Selindung Baru Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung.

Hingga akhirnya terdakwa menunggu kurir Lion parcel sambil terdakwa menelpon Aceng, tidak lama kemudian datang beberapa orang anggota Satresnarkoba Polres Tanjungpinang yang menyamai kurir Lion parcel dan menangkap tersakwa.

Penulis:Roland

Comments
Loading...