Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran

1.271 Unit Gardu Induk Listrik Bright PLN Batam Ilegal

Inspektur Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Kepri saat menemukan Gardu Induk (GI) Litrik Ilegal perusahan Bright PLN di Batam.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Inspektur Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau menemukan 1.271 unit Gardu Induk (GI) ilegal di Batam.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepri, Hendri Kurniadi, mengatakan ribuan GI ilegal tersebut merupakan milik Bright PLN Batam.

“Dari investigasi Inspektur Kelistrikan, memang ada ditemukan 1.271 unit GI Listrik ilegal milik Bright PLN Batam,” ujarnya, Jumat (2/10/2020).

Dijelaskannya, saat ini Bright PLN memiliki 1.629 GI di Kota Batam. Namun, sayangnya dari jumlah itu sekitar 78 persen GI milik anak perusahaan PLN tersebut ilegal. Hal itu dikarenakan sebagai salah satu syarat layak operasi setiap GI harus memliki dokumen Sertifikasi Laik Operasi (SLO).

“Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, pada pasal 44 ayat (4) menyatakan bahwa setiap instalasi tenaga listrik yang beroperasi wajib memiliki sertifikasi laik operasi,” jelas Hendri.

Hendri memaparkan, berdasarkan regulasi tentang ketenagalistrikan ada beberapa sanksi yang menanti Bright PLN Batam. Seperti pada pasal 51 ayat (1) setiap orang yang tidak memenuhi keselamatan ketenagalistrikan sebagaimana tertuang dalam Pasal 44 ayat (1) sehingga mempengaruhi keberlangsungan penyediaan tenaga listrik dipidana dengan pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda Rp500 juta.

Kemudian, pada pasal 54 ayat (1) setiap orang yang mengoperasikan instalasi tenaga listrik tanpa sertifikat laik operasi sebagai mana yang tercantum dalam pasal 44 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda Rp500 juta.

“Berdasarkan temuan tersebut, kami sudah melayangkan surat ke Bright PLN Batam untuk memenuhi ketentuan perundang-undangan tersebut selama tujuh (7) hari setelah surat diterima,” tutup Hendri Kurniadi.

Penulis:Ismail

Comments
Loading...