Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
DPRD Lingga
Kab Lingga

Sosok M.Nizar, Anak Guru Ngaji Dari Kelombok Menuju Bupati Lingga

Wakil Bupati Lingga M.Nizar dan Kepala dinas Perikanan Lingga bersama Nelayan Kelompk Tambak Udang Vanamei saat Panen Perdana di Lingga

PRESMEDIA.ID, Lingga- Sosok Muhammad Nizar mungkin tidak asing lagi bagi masyarakat Kabupaten Lingga. Menjabat sebagai wakil Bupati, M.Nizar memiliki sederet prestasi dalam membawa kesejahteraan dan pembangunan pada masyarakat di daerahnya.

Gaya kepemimpinan yang tenang dan sederhana, membuat M.Nizar jauh dari kesan glamor dan lebih suka mendengar keluhan warganya sebagai masukan dan membuat kebijakan sebagai jawaban yang dibutuhkan masyarakat.

Sebelum menjabat wakil Bupati Lingga, M.Nizar memulai karir politiknya sebagai anggota DPRD Lingga, Bahkan pada 2014-2015 Dia menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lingga.

M.Nizar lahir di pulau Kelombok pada 3 Februari 1982 dari keluarga sederhana. Ayahnya adalah seroang guru Ngaji dan nelayan, sedangkan ibunya seorang ibu rumah tangga yang sukses membesarkan dan mendidik anaknya.

Dikampungnya, Muhammad Nizar lebih sering dipangging “Bang Nizar” daripada Wakil Bupati. Menurut sejumlah warga, Nizar lebih suka dipanggil “Bang” ketimbang wakil Bupati karena menurutnya, suatu jabatan yang diemban bukan untuk dipamerkan karena merupakan titipan dari yang Maha Kuasa.

Safar, salah seorang teman sekampung Nizar di desa Kelombok yang merupakan pulau kecil di Hulu ibukota Kabupaten Lingga mengatakan, M.Nizar merupakan anak kampunya yang merupaan anak seorang Nelayan, Dia juga menyebut, Sohib-nya itu, sukses menjadi public figur lewat prestasi gemilang dari seorang politisi hingga pemimpin birokrat di negeri Bunda Tanah Melayu.

“Ayah Bang Nizar itu hanya seorang guru Agama, dan mengajar ngaji di Kampung Kami,”ujar Safar mengisahkan.

Dari keterangan teman Nizar yang lain dikampungnya, selain guru ngaji dan guru agama, orang tua M.Nizar juga menghidupi anak-naknya sebagai seorang Nelayan dengan sampan yang kecil yang tidak bermesin untuk mencari ikan menafkahi keluarganya.

“Orang tue dietu, cume punye sampan keci, bukan pompong besa tapi dapat menghidupi keluargenye,”ujar rekan sepermainanya itu di Kelombok.

Pendidikan

Lahir dari keluarga sederhana, Muhammad Nizar, menamatkan sekolah di SD Negeri 025 Kolombok. Kemudian, untuk melanjutkan pendidikan ke tingka SMP, M.Nizar harus mengayuh sampan menyeberang laut untuk sekolah ke SLTP Negeri I Lingga tahun 1994–1997, demikian juga untuk sekolah ke SMA I Lingga pada 1997–2000.

Jika melihat pulau kecil desa Kelombok, memang sulit dibayangkan bagaimana M.Nizar dapat mengenyam pendidikan hingga sarjana Starata 1 di universitas Ternama di Provinsi Sumatera Utara.

Dan setelah lulus SMA pada tahun 2000, M.Nizar mendapat siswa undangan dari jalur seleksi mahasiswa berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Bermodalkan semangat dan doa orang tua meyakinkan Muhammad Nizar muda, untuk melangkah meninggalkan kampung kecilnya dihulu Daik Lingga untuk kuliah di Universitas Sumatera Utara (USU) Medan. Selam 4 tahun di rantau orang, akhirnya M.Nizar berhasil meraih Serja Sosil dari Iniversitas Sumatera Utara (USU) Medan pada 2000–2004.

Saat ini, meski rekan-rekannya sudah banyak yang melanjutkan pendidikan Magister, Namun Muhammad Nizar masih tetap bangga menyandang Sarjana Sosial yang diraihnya dengan susah payah selama empat tahun lebih itu lamanya.

Karir Politik

Sebelum terjun ke dunia Politik selepas tamat kuliah, M.Nizar mengawali pengabdianya sebagai Fasilitator LSM Coremaf Benaung di Kabupaten Lingga pad 2005–2007, Selain itu, juga menjadi anggota Yayasan AIDS Kota Tanjungpinang pada 2007–2008.

Kemudian pada 2009, mahasiswa yang sebelumnya “vokal” menyoroti kebijakan dan korupsi di Kabupaten Lingga ini, memulai karir poltiknya menjadi anggota DPRD Lingga periode 2009–2013. Pada periode ke II di Legislatif, M.Nizar dipercaya sebagai Ketua DPRD Lingga pada 2014–2015

Prestasi di Bidang Pemerintahan

Pada tahun 2016, Muhammad Nizar, akhirnya dipercayakan sebagai wakil Bupati Lingga berpasangan dengan Alias Wello. Sebagai Wakil Bupati, berbagi tugas diserahkan Bupati Bupati Kepadanya Muhammad Nizar. Porsi tugas yang yang diserahkan, bahkan tidak seperti wakil-wakil Bupati lain yang ada di Indonesia.

Beliau dipercayakan untuk menentukan semua kebijakan yang menyangkut birokrasi dan mengatur segala urusan rumah tangga dipemerintahan. Sementara sang Mentor, sibuk dengan berbagai inovasi-inovasi dan melakukan lobi ke pusat untuk peningkatan Sumber Daya Manusia di Lingga, serta menacri dan menarik investor, dan peningkatan Pendapatan Daerah.

Dari sejumlah tugas yang diberikan, Alhasil begitu banyak prestasi yang diperoleh wakil Bupati Muhammad Nizar. Sejumlah prestasi yang diperoleh, berdasarkan penelusuran di jejak digital, diantaranya adalah, Menjadikan Lingga sebagai wilayah yang mendapat penghargaan Adipura. Padahal sebelumnya, prestasi dan penghargaan itu belum pernah di raih kabupaten Lingga.

Demikian juga dalam Laporan Hasil Pemeriksaan BPK atas keuangan APBD Lingga, Dalam sejarah Kabupaten Lingga semenjak terbentuk, sebelumnya selalu mendapat Opini Predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP) dari Badan Pemeriksa Keuangan, dan hal ini menjadi predikat yang selalu memperihatinkan.

Namun sejak Kabupaten Lingga dibawah kepemimpinan Alias Wello- M.Nizar, Kabupaten Lingga berhasil meraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan pemeriksa keuangan (BPK) secara berturut-turut hingga saat ini.

Sungguh pencapaian yang tidak mudah, karena saat keduanya memimpin Kabupaten Lingga mengalami defisit yang sangat parah.

Dengan kondisi APBD dan PAD Lingga yang tergolong minim, sampai saat ini M.Nizar masih terus meelaksanakan program pembangunan di daerahnya.

Bahkan, atas apa yang sudah dirintis dan pondasi pembanguna yang sudah direncanakan, Muhammad Nizar kembali maju sebagai Calon Bupati Lingga berpasangan dengan anak mentornya yang menjadi anggota DPRD Lingga Neko Wesha Pawelloy (Nizar-Neko).

Dengan Visi-Misi “Lanjutkan Pembangunan Lingga Jilid 2” M.Nizar mengatakan, akan melanjutkan 4 program yang telah dirintis dan berjalan yang dibuta dengan mentornya, yaitu, pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata.

“Kami (M.Nizar-Neko) akan melanjutkan pembangunan yang sebelumnya pondasinya kami letakan dengan pak Alias Wello, dan jika sebeluimnya saya sebagai Wakil Bupati, melalui doa dan restu seluruh masyarakat, mencalonkan menjadi Bupati di Pilkada ini,”kata Nizar.

Penulis:Aulia/Redaksi

Comments
Loading...