Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Kab Lingga

Enam ASN Lingga Pelanggar Netralitas Pilkada Dilaporkan ke KASN

DPRD Lingga
Ketuaa Bawaslu Lingga Zamroni dan nkomisioner Baawaslu Lingga Lainya.

PRESMEDIA.ID,Lingga- Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Lingga meneruskan 2 Kasus dengan 6 terduga pelaku, dugaan Pelanggaran netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) Oknum Pegawai di Lingkungan Pemerintah Lingga.

Ketua Bawaslu Kabupaten Lingga Zamroni mengatakan Ke 6 ASN Pelanggar Netralitas Pilkada itu, dilaporkan ke Komisi Apartur Sipil Negara (KASN) di Jakarta untuk dilakukan penindakan.

Untuk Kasus pertama kata Zamroni, diteruskan Bawaslu Lingga pada tanggal 1 Oktober 2020, dan Kasus kedua diteruskan Bawaslu Lingga pada tanggal 3 Oktober 2020.

Ada kesamaan diantara kasus yang pertama dan kedua yang diteruskan oleh Bawaslu Lingga ke KASN atas dugaan Netralitas, Sebab pelaku diduga telah berfoto bersama salah satu pasangan calon yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lingga.

Terhadap kasus ini Bawaslu meneruskan ke KASN melalui Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lingga Nomor 99/PL.02-Kpt/2104/KPU-Kab/IX/2020 tentang Penetapan Nomor Urut dan Daftar Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lingga Tahun 2020, dengan mengikuti simbol gerakan tangan 3 (tiga) jari.

“Pengakuan para Pelaku serta Keterangan Saksi yang kami hadirkan dibawah sumpah, membenarkan Temuan dugaan Pelanggaran Netralitas Aparatur Sipil Negara sebagai mana ketentuan UU Nomor 5 Tahun 2014, PP Nomor 42 Tahun 2004 PP 53 Tahun 2010 dan Keputusan Bersama Menpan, Mendagri, Kepala BKN, Ketua KASN, dan Ketua Bawaslu Nomor 5 Tahun 2020, Nomor 800-2836 Tahun 2020, Nomor 167/KEP/2020, Nomor 6/SKB/KASN/9/2020, Nomor 0314,”jelas Zamroni di Daik Lingga, Sabtu (3/10/2020).

Mengenai sanksi, Zamroni mengatakan, sepenuhnya merupaakan ranah dan kewenngan Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) untuk menindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan undang-undangan yang berlaku.

“Kita percayakan sepenuhnya kepada Komisi ASN di Jakarta untuk pemberian sanksinya apakah nantinya pelanggaran itu termasuk katagori ringan, sedang atau berat akan disampaikan KASN ke pemda untuk selanjutnya dieksekusi,” terangnya.

Zamroni menegaskan, Bawaslu merupakan lembaga independen yang diberi tugas dan wewenang mengawasi jalanya pelaksanaan Pilkada yang bersih dan tidak melibatkan ASN untuk berpolitik praktis.

Independensi Bawaslu sebagai pengawas Pilkada, ditegasnya Zamroni, juga hedaknya jangan diintervensi oleh siapapun atau lembaga manapun atas tugas pengawasan yang dilakukan sesuai dengan Undang-Undang.

“Jadi kami menghimbau, mari kita sama-sama saling menghormati tugas dan kewenangan yang diamanahkan UU. Sebab tugas dan wewenang kami diikat oleh aturan, Namun demikian Bawaslu selalu terbuka menerima saran dan masukan dari masyarakat,”jelasnya.

Sejumlah terduga Pelaku yang diduga melakukan pelanggaran Netralitas ASN yang diteruskan Bawaslu ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) antara lain adalah, oknum ASN inisil Ak di Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Lingga. Yang bersangkutan diduga melakukan pelanggaran Netralitas AS di Kecamatan di Temiang Pesisir

Kedua adalah ASN inisil Mu yang merupakan Penjabat Kepala Desa Persiapan Buyu Kecamatan Bakung Serumpun.

Selain itu, Ama, Oknum Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lingga, Selain itu ada juga terduga A Kepala Puskesmas Rejai sekaligus Perawat di RSUD Encik Mariyam Kabupaten Lingga dan terudga Ak Camat Bakung Serumpun.

“Berks dugaan pelanggaran disertai Kronologis Serta Bukti ke 6 ASN ini, sudah kami teruskan ke KASN pusat,”ujarnya.

Penulis:Aulia/Redaksi

Comments
Loading...