Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Jaksa Tunggu Polisi Segera Kirim Berkas Perkara Bobby Jayanto

Kepala seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari negeri Tanjungpinang, Riski Rahmatullah

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang- Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang mengatakan, hingga saat ini masih menunggu penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang mengikirimkan berkas perkara tersangka Bobby Jayanto atas dugaan kasus rasis dan diskriminasi ras.

Hal itu dikatakan jaksa, menanggapi wacana Polisi melakukan SP3, pasca pengiriman Surat Perintah Dimulaianya Penyidikan (SPDP) tersangka dari Kepolisian ke Kejaksaan, Kamis (22/8/2019).

Kepala seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari negeri Tanjungpinang Riski Rahmatullah, mengatakan atas SPDP yang sudah dikirimkan penyidik, Kejaksaan sifatnya menunggu berkas dari penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang.

Secara aturan lanjut Dia, setelah SPDP dikirimkan penyidik, harus ditindak lanjuti dengan pengiriman berkas perkaranya ke Kejaksaan, guna dilakukan telaah, atas kelengkapan formil dan materil terhadap perkara.

Baca Juga

“Kejaksaan memiliki waktu selama satu bulan menunggu tindak lanjut Berkas dari SPDP yang dikirim. Jika Berkas tidak dikirim, maka Jaksa akan menyurati penyidik, yang ditembuskan kepada pimpinan Polri, Polda dan Polres, atas perkara tersebut, sebelum akhirnya SPDP dikembalikan dan perkara tersebut dihapus dari register perkara kejaksaan,”ujarnya.

Disingung dengan wacana kepolisian yang akan melakukan SP3 atas kasus tersangka Bobby Jayanto itu, Kejaksaan menyatakan, hal tersebut merupakan ranah dan kewenangan penyidik Polisi.

“Kami tidak mencampuri, karena itu ranah dan kewenangan penyidik kepolisian. Kami masih menunggu berkas perkaranya,” ucapnya.

Namun demikian, jika sebuah kasus di SP3 oleh penyidik kepolisian, maka mereka (Kepolisian-red) harus mengirimkan surat SP3 berikut alasan-alasannya.

“Intinya kami akan meneteliti kelengkapan formil dan materil dari BAP hasil penyidikan kepolisian,” jelasnya.

Sebelumnya Polres Tanjungpinang telah menetapkan Bobby Jayanto sebagai tersangka kasus dugaan rasis dan diskriminasi. Penetapan tersangka Bobby Jayanto didasarkan dua alat bukti yang sah dari peyidikan dan gelar perkara yang telah dilaksanakan Polisi.

Tersangka Bobby Jayanto, disangka melanggar Pasal 16 Jo Pasal 4 ayat 2 huruf B Undang-undang Nomor 40 Tahun 2018 tentang Rasis dan Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Ketua DPD Nasdem Tanjungpinang Bobby Jayanto tersandung kasus dugaan rasis dan diskriminasi ras dan etnis atas pidatonya dalam bahasa Tionghoa, yang menyatakan, ôKeuntungan kita memilih sesama Etnis, bisa bekerja untuk kita, sebaliknya kalau milih orang Kulit Hitam tidak mungkin mereka mau bantu kita etnis Tionghoa,ö.

Hal itu diduga dikatakan Bobby dalam acara sembahyang keselamatan di Pelantar II kota Tanjungpinang pada Sabtu.(8/6/3019) lalu.(Presmed5)

Comments
Loading...