Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Bhayangkara 74

Lama Kenal Leman, Subandi Bantah Terlibat Penipuan Rekrutmen Satpol-PP Kepri

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Riau, Subandi

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepulauan Riau, Subandi mengaku sudah lama kenal dengan Leman, terduga pelaku penipu puluhan warga korban rekrutmen anggota Satpol PP yang sudah dilaporkan ke Polisi.

Subandi bahkan menantang, jika terbukti bahwa ada keterlibatannya dalam kasus tersebut, maka ia siap menerima sanksi hukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Silahkan lihat saja. Kalau memang terbukti ya saya siap bertanggung jawab,”katanya pada wartawan, Selasa (27/8/2019).

Kendati sebelumnya Subandi mengaku sempat mempekerjakan Aris dan Herman di bundaran jembatan Dompak, disatu sisi Kakan Satpol PP Kepri ini mengaku, tidak tahu mengenai adanya anggota baru Satpol yang masuk dan bekerja di institusi yang dipimpinya. Dan masuknya anggota Satpol tersebut dikatakan, dikoordinir oleh oknum yang meminta sejumlah uang.

“Kalau memang mereka (terlapor) mengaku sudah bekerja di Satpol PP. Bisa tunjukkan SK-nya? Karena, saya tidak pernah tanda tangan SK dan SPT-nya,”ungkap Subandi.

Namun demikian, Subandi mengaku, sangat kenal dekat dengan Leman, terduga penipu yang meminta sejumlah uang kepada para pelapor. “Leman saya kenal dekat,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah warga melaporkan kasus penipuan terhadap oknum Pegawai Satpol-PP provinsi Kepri ke Mapolres Tanjungpinang, Jumat(23/8/2019) kemarin.

Salah seorang korban, Aris mengatakan, awalnya mereka dijanjikan berkerja di Dinas Satpol PP Kepri apa bila menyerahkan sejumlah uang kepada terduga penipu Leman, yang selanjutnya akan diserahkan kepada oknum pejabat Satpol-PP Kepri, Diduga Leman bersekongkol dengan oknum pejabat Satpol-PP di Provinsi Kepri.

“Orang tua saya sudah menyerahkan uang pada tanggal 17 April 2017 sebesar Rp 13.500.000, supaya bisa berkerja di sana. Ada kwintasi juga sebagai bukti,”ujar Aris.

Setelah memberikan dana tersebut, dirinya bahkan sempat bekerja dan diberikan seragam Satpol PP Provinsi Kepri. Saat itu, dirinya ditugaskan berjaga di bundaran jalan Dompak Tanjungpinang, beberapa bulan.

Kemudian, seiring waktu, si Leman kembali meminta sejumlah uang sebanyak Rp1 juta, lalu Rp2 juta.

“Sehingga total jumlah seluruhnya mencapi Rp 25 juta,” jelasnya.

Sementara itu, hal senada juga diungkapkan korban lainnya, Herman. Ia bahkan mengaku sudah dipekerjakan selama 1 tahun sebagai honor di Satpol PP dan setiap bulan tidak mendapatkan gaji.

“Leman ini katanya tangan kanan pejabat di Satpol-PP Kepri,” ujar Herman.(Presmed)

Comments
Loading...