Presmedia.id
Pengabdi Kebenaran
Banner Pemko

Gelapkan Uang Kas Masjid Sultan, Diperiksa Hakim, Zulkarnain Mengaku Gunakan Rp.617Juta

Sidang Pemeriksaan Terdakwa Zulkarnain dilakukan Hakim PN Tanjungpinang secara Virtual di PN Tanjungpinang.

PRESMEDIA.ID,Tanjungpinang-Terdakwa Zulkarnain mantan bendahara Masjid Raya Sultan Riau di Penyengat mengaku menggunakan uang kas Masjid yang digelapkannya Rp 617 juta untuk keperluan sehari-hari.

Hal ini dikatakan terdakwa saat diperiksa Hakim pada sidang lanjutan, pemeriksaan perkara Penggelapan dana Masjid di PN Tanjungpinang, yang dilaksanakan secara Virtual Senin (7/10/2020).

Dalam persidangan, Zulkarnain mengatakan, terungkapnya perbuatanya yang menggelapkan uang kas Masjid berawal pada saat Masjid ingin membeli rumah yang terdapat di sebelah Masjid Raya Sultan Riau Penyengat tahun 2019 lalu.

“Dari tahun 2015 uang itu saya gunakan untuk keperluan sehari-hari, saya gunakan sedikit-sedikit, satu bulan sekitar Rp.15 juta sampai Rp 20 juta, hingga total 617 juta,”ucapnya.

Zulkarnain menyampaikan, laporan keuangan setiap hari Jumat selalu diumumkan sesuai dengan pemasukan dan pengeluaran masjid. Uang kas yang tersisah di Bank hanya Rp 40 juta

“Karena uang kas itu, saya sendiri yang memegang, saya simpan di Bank Riau, BRI dan Mandiri Syariah,”kata Zulkarnain.

Lebih lanjut, Zulkarnain menjelaskan untuk pengumpulan uang masjid atau pemasukan, dilaksanakan setelah selesai sholat Jumat setiap minggunya. Pamasukan kas masjid bisa mencapai dari sekitar Rp 2 juta sampai Rp 4 juta perminggu.

Atas penggelapannya itu, Zulkarnain juga mengaku, telah mengembalikan dana Masjid itu sekitar Rp 82 juta dalam bentuk uang tunai, Sertifikat rumah dan tanah di Pulau Penyengat yang ditafsir bernilai Rp 375 juta.

“Sisanya, nanti akan saya kembalikan setelah berunding dengan keluarga, untuk menjual tanah orang tua yang ada di Penyengat seluas 6 hektare,”ujarnya.

Mendengar itu, Ketua Majelis Hakim, M Djauhar Setyadi, serta didampingi oleh Majelis Hakim anggota Awani Setiyowati dan Sacral Ritonga menunda persidangan dengan memerintahkan JPU untuk menyiapkan tuntutan terdakwa.

Diketahui bahwa dari dakwaan JPU, total uang Kas Masjid Raya Sultan Riau yang sudah terdakwa pergunakan untuk kepentingan pribadi terdakwa sejak bulan Januari tahun 2015 s/d bulan Mei tahun 2019 adalah sebesar Rp.617.235.000.

Perbuatan terdakwa melanggar ketentuan sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 374 KUHPidana Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Penulis:Roland

Comments
Loading...